"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Monday, December 28, 2015

Klise Banget Nanyain Apa yang Sudah Kamu Berikan pada Negara

Tau kata mutiara yang ini kan? "Jangan tanyakan apa yang negara sudah berikan padamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan pada negara". Lah ya kan negara itu besar, punya banyak sumber daya, kewajibannya emang menyejahterakan penduduknya. Sedangkan rakyat, satu orang apa yang bisa dikasih ke negara? boro-boro, kadang untuk hidup diri sendiri aja harus berjuang ini itu, terus lagi, selama ini yang kita rasakan adalah negara masih belum baik menjalankan tugasnya, masih banyak hak yang seharusnya kita terima tapi dikorupsi sana sini, banyak hukum dibuat berdasar kepentingan pihak-pihak tertentu, negara juga dirasa belum baik memanfaatkan sumber daya yang di miliki, malah sering di kasih ke orang asing. Negara belum total menjalankan kewajibannya sedangkan pajak dari warga negaranya sudah semakin besar. Hmmm tapiii, aku pernah berpikir..

Aku bisa hidup nyaman, tanpa orang yang sok berkuasa, menjajah bahkan bisa saja datang dan menjadikan kita budak, ya juga karena kehadiran negara. Bisa merasakan pendidikan sampai kuliah yang meskipun di masa sekolah katanya gratis tapi masih bayar, namun saat kuliah bisa dapat beasiswa penuh dari pemerintah. Bisa punya akses ke klinik karena pemerintah mendirikan rumah sakit, menempatkan dokter, mengadakan peralatan medis bahkan ada yang mendapat keringan pembayaran melalui jaminan kesehatan masyarakat. Bisa punya akses hiburan ke mall-mall, ke pantai, ke gunung, ke candi, ke tempat perbelanjaan karena negara ngasih anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Setiap orang punya kesempatan belajar ke luar negeri bahkan dengan beasiswa penuh (ditanggung juga lagi kebutuhan hidupnya) ya karena negara membentuk sistem itu, punya itikad baik memberikan fasilitas pendidikan setinggi-tingginya, temasuk hal yang sangat dasar yaitu bekerja sama dengan negara lain sehingga kita dipermudah akses ke negara lain. Kalo ada bencana alam, tak sedikit juga bantuan yang datang dari negara, ya meskipun kadang ada juga oknum yang nakal. Kalo kita hidup sendiri atau hanya dengan keluarga, apa bisa kita punya hidup dengan segala fasilitas tadi?

Merokok = Sayang sama Pacar Orang

"Merokok itu sama dengan menyayangi pacar orang lain. Sakit tapi tetep dilakuin" ceunah

sumber: kaskus.co.id

Pemimpin harus Islam?

Definisi Islam di sini apa ya? kalo yang penting di KTP tertulis 'Agama: Islam' mah sama aja bohong, termasuk jika dilihatnya dari jenggot, baju koko, sarung atau gaya bicara yang kearab-araban. Hal yang sangat mudah dibuat. Pernah mengucapkan dua kalimat syahadat? Mereka yang Islam karena keturunan (kebanyakan orang beragama memang karena ikut orangtuanya kan?), mengucapkan syahadat pertama mungkin saat pelajaran agama di sekolah, kalo mau dibandingkan dengan mereka yang masuk Islam karena keyakinan diri, mungkin yang masuk dengan keputusan pribadi mengucapkan kalimat syahadat dengan pemahaman yang lebih baik akan ucapan tersebut. Katanya, syahadat itu bukan perkara pengucapan saja, tapi bagaimana keyakinan yang ada dalam hati. Jadi gini, mereka yang Islam dari kecil kan saya bilang tadi saat mengucapkan syahadat belum tentu juga sambil memaknai, tapi kan secara praktek mereka sudah tertanam bahwa tidak ada Tuhan yang lain selain Allaah dan Nabi Muhammad mereka yakini adalah utusan Allaah, jadi meskipun saat mengucapkan kurang memaknai tidak bisa dijudge bahwa keyakinan mereka menjadi kurang dibanding dengan yang sangat memaknai SAAT mengucapkan. Jadi intinya mah berarti Islam juga tak sebatas mengucapkan kalimat syahadat, gitu, (Ya orang kalo mau masuk Islam ya harus syahadat dan abaikan paragraf ini jika kalimat terakhir membingungkan).

Oke, lalu apa? mm apa ya? Katanya kan Islam megajarkan kejujuran, harus amanah, ya udah pilih yang jujur, yang amanah, yang kalo ada anggaran 1 M buat rakyat, disampaikannya 1 M, nggak ada yang nyangkut di kantong pribadi. Islam kan mengajarkan kita berani melawan kemunkaran, ya pilih yang nggak takut sama ancaman kanan kiri, yang nggak takut melawan arus kalo memang arusnya kotor, bahkan yang nggak takut mati mengeksekusi kesemrawutan. Islam kan bilang bahwa manusia diturunkan ke bumi untuk memakmurkan bumi, ya pilih yang memikirkan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, kelestarian lingkungan (tanah, air, udara). Islam kan mengajarkan toleransi dan keadilan, ya pilih yang nggak punya tendensi berat sebelah, yang menghargai perbedaan, memikirkan kenyamanan semua orang. Islam kan mewajibkan manusia untuk belajar, itu biar pinter kan? ya pilih pemimpin yang pinter, yang cerdas, yang tau betul apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya dengan cerdas. Daaan lain lain.

"You Belong With Me"

Hai! I wanna tell about song lirycs again. Yes I downloaded some song videos with lyrics lately. Why? you know its for improve my speaking, is it work? mmm forget about it now ;). I realize each person have their own song in the certain time, I mean a song can be so click to a person condition so its like the story of that person. This time I wanna share my experience (?) when I listen to Taylor Swift song titled "You Belong With Me", hhhh. Is it my story? Actually no! but its fun to imagine it, hahahahaha. Here the link of the video.


Do you get the point? it tells about a girl that thinks the boy belong with her because she is the one who understand him and already beside him. Unfortunately the boy do not see her and chose another girl, girl that looks more perfect as a girl. Yes from the outside the first girl is not as perfect as the second girl, but she is the one know him well and sure can make him happy through many things the second girl doesnt have. I give you some parts of the lyrics:

"Selalu Setia pada Pasangan atau Gunakan Kondom"

Pernah dengar penggalan iklan layanan masyarakat di hari HIV kemarin? "Selalu setia pada pasangan atau gunakan kondom". Lah setia kog pilihan. Awalnya saya coba cari pembenaran, saya coba telaah, ini memang ambigu tapi mungkin sebenarnya maksudnya baik. Enggak doong, saya tidak menemukan maksud lain selain 'jika ingin melakukan hubungan sex yang aman, gunakan kondom dan sex di sini mengarah pada sex bebas'. Ya, itu memberikan pesan bahwa alternatif untuk safe free sex is condom. 
Sumber: www.lfpress.com
Lah kan bisa yang dimaksud itu sex dengan suami/istrinya. Pertama, pasangan suami istri hampir pasti ingin punya anak, nggak bisa dong pakai kondom. Ya kan cuma sekali nggak pakai kondomnya, jadi belum tentu tertular, lah emang sekali langsung bisa jadi anak? 'Sudah memutuskan untuk tidak punya anak', oke kalau begitu bisa selalu memakai kondom saat berhubungan intim, iya itu kalau dari awal tau pasangan punya HIV, tapi apa pasti tau pasangannya terkena HIV? maksud saya, tes kesehatan alat reproduksi sebelum menikah aja belum tentu, apalagi tes HIV yang sering masih dianggap tabu. Dan maaf ya, maaaf sekali, saya yakin banyak juga pasangan yang ingin menikah namun berujung pada 'tidak' saat tahu pasangannya terkena HIV. Dalam cerita "Ketika Cinta Bertasbih" bahkan wanita dari lingkungan santri dan berpendidikan tinggi memutuskan bercerai mengetahui suaminya mengidap HIV.

"Think About Grammar Will Only Hurt Your Ability to Speak English" #2

Already got the first three great tips to improve our speaking? here the next four..

But before that, may I tell you a bit? Also when I was in my SMP, a teacher said that Im not good in language skill, Im better in exact matter and I agreed. I live in many years believed that Im bad in language include English and just accept it and didnt do anything. Fortunately, lately, again, I realize that its not just important but urgent so I have to do something, I need to learn. Thats it.

Okeeee... The fourth is learn deeply. Whats that mean? Mm we need to well understand the meaning of the words or the phrases, we need more than just know the translation. In school. we learn a lot of vocabularies and just using textbook, actually its the opposite way of how we should study to speak automatically. By understand well the meaning, we dont need to think the translation nor grammar. It should just comes out of our mouth automatically when we wanna deliver/message/say something. So how? learning deeply is repeating a lot. Its related to the third tip, Its said that natives should repeat about 30 times to perfectly understand the use of a word or phrase, yeah maybe its need 50-100 times for us to get it. Repeat it a lot in different contex so, again, we can understand the meaning deeply. Just be surprise that one day the words comes out automatically. No posing, no breaks, no thinking, and no trying when we gonna use that in our speaking. Again, automatically.

Next.. use point of view stories to learn english grammar. Hey! you said we should forget the grammar to be good speakers. Yes! but we agree that we still need the grammar, right? just dont think to much on it. We can start with the small story and change the point of view like change the time and/or the the person of the story. Here I copy an example straight from the Real English material:

Budaya Terima Kasih yang Keterlaluan

Terinspirasi dari kasus korupsi di Sumatera Utara. Agak miris kisahnya.. kasus korupsi dana Bansos alias Bantuan Sosial dengan aktor utama Gubernur dan melibatkan tiga lembaga sekaligus, lembaga yang dari SMP kita hafal bahwa memang dalam penyelenggaraan negara ya cuma ada tiga unsur ini: eksekutif, legislatif dan yudikatif. Menyeret bukan 3, 4 orang tapi  puluhan bahkan mungkin ratusan orang dan uang rakyatnya milyaran rupiah, Oh My God. Ada satu alasan yang dikemukakan mengapa ini bisa terjadi, yap BUDAYA TERIMA KASIH. FYI bagi yang selama ini masih berada dilingkungan yang idealis, jadi yang namanya uang tip itu udah biasa terutama dilingkungan yang ada kepentingannya dengan pemerintahan. 

Sumber: bidikbanten.com
LSM yang menerima bantuan dari dana bansos akan menyisihkan sebagian uang tersebut untuk diberikan pada orang di dalam pemerintahan yang dianggap berjasa dalam penurunan uang tersebut. Bentuk rasa terima kasih ceunah, kalau nggak kayak gitu, nanti kalo minta bantuan lagi takut dipersulit atau diberikan ke LSM yang lain gitu. Dan kayak gini bakal jadi bola salju nggak sih? banyangin deh, orang mengerjakan hal yang sama yang satu dapet uang yang satu enggak, lebih semangat yang mana? yang dapat uang kan? ini juga bisa memicu pihak pengaju yang lain melakukan hal yang sama. Terus kalo udah terbiasa dengan uang tambahan, ketika mengerjakan hal yang sama tapi nggak ada uangnya berasa rugi, berasa kerja nggak dibayar, padahal mah gaji mereka tu ya udah include kewajiban mengerjakan hal-hal tadi. Hmmm "bayaran" dari kerja sampingan bisa jadi lebih besar tuh. 

"Akhirnya Aku Nikah Juga"

Sources: http://cdn.sindonews.net/
When I heard Kelly Clarkson's song titled "a moment like this", hmm I can imagine the atmosphere. This is the part of the lyrics:

A moment like this
Some people wait a lifetime for a moment like this
Some people search forever for that one special kiss
Oh, I can't believe it's happening to me
Some people wait a lifetime for a moment like this

I hope Im not misunderstand about the meaning (I sometimes make mistakes). So, this tells about a woman that after a looonngg time waiting, akhirnya nikah juga, finally get married. Maybe she said "is it real?" whereas before she thought "should I just forget about married?". Yaaak, honestly.. its little bit related to me, hahaha why? am I waiting all this time? Aih No no no.

Do you ever read a novel (or a novelet?, Im not sure) "Cinta Suci Zahrana" by Kang Abik? I read that in my SMP (or the begin of SMA? I forget). It tells about self and social conflict of a women that getting older but not married yet. At that age, she ought to have children. Yaa in my teen age, I dont know why I perfectly reflect that to my self, haha its like "this will be my story in the future", I really cant understand why I thought about that while my journay still looonngg. Maybe its just because I read it deeply, yeaa thats all. I dont wanna think that. To be honest,

"Think About Grammar Will Only Hurt Your Ability to Speak English" #1

Source: http://www.gotmesh.org/
Its million times to hear that ability in English is a must. Countries boundary is nothing now. Countries really be one world and English be one of the important thing to unite them. Huft.. We agree that good mark in English exams (even English certification such toefl, toeic, ielts, etc.) doesn't implies we are good in using English as a language, right? Do you also agree that speaking is the most important? For me, thats the most worry. Here, I share seven tips to improve our speaking. I got it from Real English (materials I got from my friend) and I think these are great tips you can try. Really. I divided it into 2 articles, and this is the first part.

First, learn phrases not individual words. Its common for us to make vocabulary list in the form of one word followed by the translation, right? Studying English word by word, then arrange these grammatically. When we are going to say a sentence, often we translate it word by word first, think about the order then say it. Actually its not the natural way to learn English, thats not the way that native speakers learn it. It also just make us slow, why? yeah because we need to think it word by word that sometimes just make a strange break along our speaking. And I think it also burden us to get words or phrases to make more casual or natural sentences to be spoken. So how? this is what I do, I start to pay attention to the phrases used in the dialog of the film (yeah of course I need the subtitle). When I get new phrases or even phrases that I know but rare or never be used, I write it down on my note. Let me give the examples: Burst into laugh, relieve his boredom, morning has come, suck all the energy, take-off site, etc. Just write the English without the translation if we already know the meaning. If its needed, write the complete sentence to make sure we will know the use of the phrases in a sentence, examples: You can't get tired of this taste, She licks off the rest of the chocolate, etc. Guys, you can make your watching film time more useful by doing this, hehe.

Tuesday, December 15, 2015

These All End Up on Tears

Its an often to cry when people are sad. So do when they feeling too ashamed, afraid and disappointed. Instead of yelling harshly, people (especially women) only can cry when they feel angry so badly. And the fact is people also drop their tears when they are so happy.

Monday, December 7, 2015

Menyapa dan Berterimakasih dalam Bahasa Korea

안녕하세요 =  an-nyeong ha-se-yo = Hai, hallo
감사합니다 = gam-sa hap-ni-da = terima kasih

Turunkan BerkahMu Bersama Jatuhnya Air Hujan

Dari balik jendela kaca yang cukup lebar, aku melihat air jatuh dengan kencangnya, menimbulkan berisik yang khas, daun di cabang-cabang pohon ke sana kemari, hujan lebat, angin kencang bahkan terkadang kilat petir dan gemuruh terdengar dari arah langit.

Aku berada di sebuah gedung, di salah satu meja di lantai empat. Dalam gedung yang kokoh, beratap rapat bukan susunan genting tanah liat. Meskipun aku tepat berada di bawah AC, sama sekali tak kedinginan, aku bisa mengatur suhunya, saat aku meginjakkan kakiku di lantai tanpa alas, suhunya sama dengan saat aku memakai alas kaki, masih hangat.

Apa kabar mereka yang di sana? yang rumahnya reot, yang genting tanah liatnya usang. Tampungan air di mana-mana, kasur harus dilipat agar bisa dipakai tidur nanti malam, lantainya dingin, semua ruangan kotor karena tanah yang rontok dari barisan genting yang sudah usang. Adakah tempat yang hangat untuk mereka menunggu hujan reda? adakah ruang yang bebas dari remah tanah yang berjatuhan? punyakah mereka minuman dan camilan yang menghangatkan tubuh? Atau malah mereka sedang risau? adakah anggota keluarga yang masih dalam perjalanan? adakah risau genangan air mulai meninggi? haruskah barang-barang di rumah mereka selamatkan?

Jika lantainya memang dingin, hangatkan suasananya Allaah. Jika ruangannya memang tak nyaman bahkan mencekam, berikan rasa nyaman pada diri mereka. Jika kondisinya memang tak aman, lindungi mereka. Semoga setiap tetes air yang jatuh, memberi manfaat untuk mereka, kami dan semua yang ada di bumiMu.

Romanisasi Hangeul dan Cara Membacanya

Hangeul merupakan sistem penulisan utama di korea, sebelumnya (sebelum abad ke-15), di sana juga menggunakan karakter Cina seperti yang digunakan Cina dan Jepang saat ini. Banyak sekali sumber yang dapat digunakan untuk mempelajari penulisan hangeul. Hangeul memiliki beberapa karakter (seperti huruf) yang kemudian dirangkai untuk membentuk satu kata. Jelas ini berbeda dengan karakter Cina yang untuk satu kata dan satu arti tertentu ia memiliki bentuk tertentu pula.

Vokal dasar
= a
= ya
= eo, sama seperti pembacaan ‘o’ dalam kata omong, kosong, bohong.
= yeo, bacaan ‘eo’ sama seperti padasebelumnya, tinggal ditambah ‘y’ didepannya.

Monday, November 30, 2015

"Kisah Cinta Gw"

Dapet ini dari grup sebelah. OMG, kenapa gw ngakak ya tiap liat ini. It reminds me some things. Refleksi diri bu? *eits..

Should We Consider the Probability?

Should we consider the probability? even its 99% positive, we still have 1% to be thought. How if we get the 1% then? just say its 50-50 and prepare for both possibilities. Hmm

Rajut Mimpimu Juga

Mulailah rajut mimpi diri sebelum merajut mimpi orang lain.
(quotes via a sister)

Doaku untuk Jodohku

Allaah yang Maha Pengampun, ampuni segala dosa hamba, jadikan hamba wanita yang baik, wanita yang tangguh namun lembut, tunjukkan selalu jalan yang lurus dan beri hamba keringanan hati dalam memperbaiki diri. Jadikan hamba jodoh yang baik, istri yang bisa menyenangkan hati suami, menantu yang bisa diandalkan mertua, ibu yang mampu membentuk anak-anak yang hebat. Dan Allaah, berikan hamba jodoh yang baik, jodoh yang menyenangkan hati, ayah yang hebat untuk anak-anak kami, jodoh yang mampu menuntun keluarganya menuju surga-Mu. Jadikan keluarga kami, keluarga yang memberi manfaat untuk saudara dan orang-orang disekitar kami juga manfaat untuk bumi-Mu. Aamiiin.

You dont need poetic words to say to God, just ask what you want then work to make it be granted.

Tuesday, November 24, 2015

Choose to be Steadfast

I remember I found this quote when I feel like I had been did so many fool things to over come some issues, just let my self in pain and wonder if I should tell those or not. This really give me the answer exactly when I was asking to my self. T_T

What snack for tonight?

What is cemilan? snack, right? Sometimes we wanna eat, but not kind of  heavy meal. There are sooo many kinds of snack we can make. Yes Gorengan is the most tempting. Tempe, tofu, flour, mushroom, and you can use vegetables also. Really, you can make many many variations of that materials. If you wanna something fresh you can make something like pudding or jelly and the easiest is just cut your fruits, make it salad or just eat it directly. Yaa, here some snack I ever made (and I take the photo of course). Its look oily for the gorengan but actually its also because I used blitz. Haha, I think I should add more the healthy one.

Strawberry pudding

Fried eggplant

Monday, November 23, 2015

Kalo Cerita tu Sukanya yang Drama

Orang tu ko seneng sama kejadian dramatis, kalo cerita pengennya juga yang dramatis. Kadang dibilang sering, sering dibilang selalu, orang diem dibilang jutek, orang murung dibilang frustasi. Kejadian biasa aja diliatnya pake kaca mata drama. Cerita biasa aja juga dibumbu biar drama. Oalah sak penake dhewe, kurang gawean. #nunjukdirijuga

Nyoba Bikin Jajanan Bandung #1

There are sooo many kind of creative foods (creative?) can be found in Bandung. I love seblak basah, especially seblak with tasty broth. I have already tried to make some foods as I attach below, but there are lots Im going to try next.

Seblak

Setiap Orang Punya Cela yang Menarik Diperbincangkan

Setiap kawan punya cela yang kian nampak. Sikap dan pola pikir yang orang lain menilainya salah. Psikologi yang dapat dianggap aneh bahkan menyimpang. Iya aneh, selalu dipertanyakan 'kenapa?' 'kog gitu sih?' 'ih aneh deh'. Kian menarik dibincangkan bahkan didiskusikan. Mereka salah dengan kesalahan masing-masing. Mereka aneh dengan keanehan masing-masing.

Pernahkah bertanya? Di mana cela diri? Apa keanehan diri? apa yang menarik mereka gunjingkan tentang diri? Pasti ada. Takut? malas? banyak alasan? latah? nggak fokus? dan hal aneh atau menyebalkan yang lain. Semua orang tau tiap insan punya yang kita sebut kekurangan. Pun aku tau apa, haruskah mengikuti aturan mereka? atau cukup menjadi kafilah dan berlalu? Tak semua hal harus di jelaskan bukan? Toh diladeni, tetap mungkin ada celah untuk melihat aib, tetap ada bahan perbincangan. Seperti cerita ayah, anak dan keledai mereka, selalu ada cela yang nampak, meladeni bisa jadi hanya mempersulit diri.

Membincangkan cela orang lain? untuk kebaikan katanya. Mungkin sih, tapi betapa sulitnya membedakan niat. Apakah itu kebijaksanaan atau hanya dorongan nafsu yang dianggap sepele. Alih-alih menyelesaikan masalah, berita dari mulut ke mulut malah terjadi. Tak bisa di undo. Dan bukankah pasti ada juga cerita kebaikannya? kenapa tak juga memilih itu?

"(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan apa yang tidak kamu ketahui sedikitpun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allaah itu soal besar". (An-Nuur:15)

Carelessness yang Ngrepotin - Word is Really Matter

Kadang aku bertanya, apa aku terlalu kaku? nggak nyantai? terlalu perhitungan? kala aku merasa telah memberi effort semaksimal mungkin untuk menepati sesuatu yang aku anggap janji, ternyata belum tentu yang lain juga begitu.

Beberapa kali dalam tiga tahun belakangan, ada beberapa teman yang sms dan menyatakan ingin datang ke kosanku, kebanyakan ingin belajar. Selalu aku tunggu kedatangannya, jika kamar terlalu berantakan, aku bersihkan, setidaknya ada ruang untuk ia duduk dan meletakkan barang. Aku tidak bepergian dan menjaga diri agar tak ketiduran. Ya, untuk memastikan aku ada di kosan saat mereka datang karena biasanya mereka cuma bilang nanti siang, sore, malam, setelah isya, bahkan hanya bilang "besok". Apa yang terjadi? NGGAK DATENG. Kenapa? ada yang kemudian sms bilang nggak jadi karena kemalaman, ketiduran dan berbagai alasan yang kadang logis dapat diterima tapi kadang juga bodor. Yang parah ada juga yang nggak ngasih kabar, dia yang ngajakin, aku yang nunggu, aku yg nanyain sms dan jawabannya "aku lagi belajar sama X di ...", nggak ada bahasan agenda belajar kita. Okee, mungkin aku yang lebay, tapi sebenernya kalo sekali dua kali sih oke, tapi ada lho yang seriiing banget, oke lain kali nggak usah terlalu ngarep mungkin.

Friday, November 20, 2015

"Cinta Tak Terhadang"

I think this is new song but.. I dont know, its sound familiar for me. The lyric isnt related to me at all. I just love to enjoy listening this. Just try listen this one guys, its lovely (at least for nowadays?) :)

Wednesday, November 11, 2015

Roy**: Simbol KetidakPDan dan Kegagalan

Enggak sih lebay. Yes, this one sachet (anything contained MSG I think) is useful enough in doing magic to our dishes. Magic? yeah you can just add this to your tempe, tofu or fish before frying these. Also no need to peel and chop onion to make a simple soup. Just add one small sachet to your water with vegetables and your delicious soup is ready to serve. I add that to my dish sometimes, when I feel my serving is too bad (it could be truly fail or just because Im not confident), so its be eatable then, hehe. But usually we can just add sugar+salt to replace the flavoring enhancer, really, its taste similar.

"Lagi Pengen yang Kuah-kuah"

Biasanya malem-malem nih tiba-tiba pengen yang kuah-kuah, nggak harus malem-malem sih, suka tiba-tiba aja pengen yang kuah-kuah pedes seger, mm kalo mau instan ya mie instan sih, hehe. Sup juga gampang kog, tinggal bawang sama garam aja udah seger. Ini yang biasa aku bikin, soto ayam, bakso ayam (baru bisa bikin ayam neng, sapi mah masih kemahalan), sup, mie instan kadang juga, mie kopyor juga. Mie kopyor itu mie apapun (bisa mie telur, soun, bihun) trus dibumbu kuah kayak bumbu sup misal. Itu definisi aku sih. 

Soto Ayam sama Bacem Tahu.
Kata temenku aneh soto pake wortel, tapi enak-enak aja kog.
Terus, kalo bikin bakso, bola bakso juga bisa diganti sama macem-macem kayak aku pernah pengen bikin dari jamur tapi belum berhasil gitu deh tapi tetep jadi sesuatu. Soto sih yang paling sering, ini masakan enaknya bareng sama gorengan kayak bacem tahu/tempe atau ayam goreng. Kalo yang kayak-kayak gini nggak usah pake bumbu ajaib entah itu bumbu instan atau tambahan cem roy**, hehe, lebih seger apalagi kalo udah pake air rebusan ayam (kaldu). Trus bikin juga teh manis panasnya.. hoho sama jangan lupaa, SAMBEL.

Colorful Soup. Ini sup lumayan seger di makan pas nggak enak badan.

Tuesday, November 10, 2015

Sometimes, We Must Embarrass Ourself

Sometimes, we just embarrass ourself or it could be we must embarrass ourself . We must do something we really dont wanna do, drop down our pride. Ooh please, forget my face, forget my name, make me invisible if front of you or around all creatures then.


Life is So Hard, Sometimes


Sometimes, life is so hard, but "Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan" (QS Al Insyirah 5-6).

Monday, November 9, 2015

Mengingat Manusia adalah Penyakit

Katanya, mengingat manusia adalah penyakit dan mengingat Allaah adalah obat. Parah, ini iya banget tau, nginget temen yang bikin kesel, bikin sakit hati, yang lupa sama kita, nginget kecengan yang semakin jauh (eits) dan manusia-manusia yang lain. Iya sih, apa untungnya coba, ada malah bikin suasana hati nggak nyaman dan waktu terbuang percuma. Hmm

"... ingatlah kamu kepadaKu, niscaya aku ingat (pula) kepadamu..." (Al Baqarah:152)

Sunday, November 8, 2015

Mempersiapkan Pernikahan

Nggak usah alay dan childish dengan ngatain orang-orang yang bahas ginian adalah orang galau jodoh. Mm kalaupun galau jodoh jadi positif sih, daripada update-update status atau nulis-nulis alay, atau bahkan ngelamun ngekhayal nggak jelas.

Apalagi yang bisa dipersiapkan selain diri? Pengetahuan kemudian memperbaiki apa yang harus dan bisa diperbaiki. Mendengarkan kajian/talkshow/acara, membaca, merenung dan yang penting juga mengubah apa yang diri bisa ubah saat ini. Yes, it should be start now because just believe that it will be hard to change it later and of course we also dont know when we'll meet ours. Also remember that marriage not only about whom and how the wedding will be held (the dress, souvenirs, the date, the design, and so on), but also how we are going to build the family then what must we do to make it. Of course, how many books we read, how many talkshows we attend and how much we know about household life (about the couple, psychology, sex, children, parenting, cook, food, finance and so on) we'll still get surprises and need to learn and learn again.

Sunday, November 1, 2015

"Pulangkan Saja Aku pada Ibuku atau Ayahku"

Its one of 90s hits songs, actually I was introduced to pop song in 2003/2004, so im not in the era when this song be played in radios, but lately I still hear it in some times. I kept humming this song for a long time and again without thinking the lyrics. I just knew the tittle is Hati yang Luka by Betharia Sonata. Its about the lyrics, I believed the lyrics was "..tanda merah dibibir" but actually its "...tanda merah dipipi", oh its poor. Then "Pulangkan saja aku pada ibuku atau ayahku", so her parent have divorced? Its a tragedy. Here I attach the youtube link and also some songs in 90s that  you may know. Tenda biru-Desy Ratnasari (hoo its a tragic story),  Aku tak biasa-Alda Risma, Bintang Kehidupan-Nike Ardila, Kaulah Segalanya and Andaikan Kau Datang Kembali-Ruth Sahanaya and Kangen-Dewa19. Enjoy guys :)
Hati yang Luka

Try to Cook Korean Food

Im not a KPop fan, I just love The Return Of Superman. I want to taste all food they eat, except pork (for me its little bit disgusting). Kimchi, dumpling, bulgogi, grilled fish and meat, fishcake, Tteokbokki, etc. I wanna made that by myself. Unfortunately its hard to get the exact ingredients or sometimes its expensive for me as a students. I tried to make Kimchi and Tteokbokki so far, tetot -_-. I dont know the exact taste but my friend said its similar but I think its not suit my taste. Oke, I ever tried bulgogi in a cafe, oh men it just like meat with S*o*i teriyaki sauce. I wanna try the real bulgogi (I expect much). I wanna try to make dumpling, bulgogi and fishcake the most, these make my mouth watery everytime I saw the talents eat these, ^_^.
Tteokbokki ala Susi
Kimchi ala Susi

Saturday, October 31, 2015

Basa-basi Mulut Vs Dari Hati

Ada gitu basa-basi dari hati? Ya ada lah and sometimes, as an Indonesian (especially for javanese) its needed. Bedanya sama basa-basi dari mulut? Nah, basa-basi dari hati itu bisa kita rasain kalo kita udah pernah ngerasain dibasa-basiin mulut. Kapan? pernah kena jabakan batman MLM? nah, itu basa-basinya mulut.

Cewek PMS itu kayak Orang Mabuk Alkohol

Omongan bisa ngalor ngidul nggak jelas dan omongan sampah bisa keluar, kelakuan juga bisa gitu. Isi hati yang sekiranya kurang pantas diungkapkan dan udah dipendem-pendem lama, bisa jadi tiba-tiba keluar dan sangat bisa jadi besoknya nyesel udah ngomong itu. Hh ya cem orang mabuk alkohol aja.

Friday, October 30, 2015

Who do you hope to?

I saw this on my friend wall room. Its an answer before saying the question.

"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya"
-Imam Syafi’i-

My Eye Bags Says All



Even, I didint put any make up, hh.. (so?)

Thursday, October 29, 2015

Gantinya Tupperware juga dooong, pleeease

Beberapa tahun lalu ada temen yang pinjem kaos kaki aku (lagi acara outdoor dan nginep gitu deh), trus entah kenapa dia ngeganti kaos kaki yang aku pinjemin dengan yang baru (kayaknya karena terlalu kotor karena dipakai acara). Lah, aku beli kaos kakinya yang 10ribuan kan tapi dia gantinya yang 10rb tiga coba, kecewa. Ada harga ada kualitas kan, aku emang nggak mau beli yang 10rb tiga karena jelek, hmm. Iya, bro sist, kalo minjem barang temen trus ilang atau rusak gitu2, gantinya yg minimal sama kualitasnya yaachh, misal ngilangin atau ngerusakin tempat makan tupperware, gantinya jangan tempat makan 10ribuan di Gasibu, hehe. Liat ukurannya, lihat bahannya bahkan liat motif atau teksturnya. Motif doang harga bisa jauh soalnya, beneran. Tapi lebih parah kalo nggak ngeganti sih, minta maaf doang, ya pasti dimaafin lah, "iya nggak papa, nyantai aja", nggak tau tuh gimana isi hati, hehehe. Tapi nggak semua barang yang dirusak/diilangin temen aku minta ganti kok, serius, kadang risih aja cuma ngilangin atau ngerusakin apa pake diganti, berasa bukan bero, iya nggak?

Kalo Aku Anaknya Salim Kancil...

Tahu Salim Kancil? Warga biasa yang berani menolak penambangan pasir ilegal dengan taruhan nyawanya sendiri. Benar saja, ia meregang nyawa setelah jadi bulan-bulanan preman kacung elit penambang pasir. Disiksa. Disiksa sampai mati. Bangsatnya, salah satu bajingan dibalik itu adalah kepala desanya sendiri. Orang yang harusnya memperjuangkan kesejahteraan masyarakatnya. Dan bajingan yang lain adalah aparat penegak hukumnya. Nggak mungkin nggak sih mereka yang berontak nggak coba lapor ke penegak hukum, tapi.. huft ya gitu.

Salah satu ironi yang sangat disesali adalah anak dari Salim Kancil melihat langsung bagaimana ayahnya dianiaya hingga tewas. Oh Allaah, itu kayak gimana rasanya. Aku sempat membayangkan jika aku berada diposisi anak itu. Seumur hidup bayangan kejadian itu akan menghantui, ingatan yang tak diinginkan, ingatan yang bisa menjadikan seorang anak memelihara kebencian yang hanya akan menyiksa dirinya, sepanjang hidupnya. Tapi semoga, ia diberi jiwa yang kuat, tetap menjadi pribadi yang ceria, tetap penuh hasrat mencapai impian yang dia miliki. Aamiiin.

Wednesday, October 28, 2015

Tanpamu.. Langit Masih Biru

I love this song since elementary school.  I keep humming the chorus with out exactly know the lyric. Although I used to didnt know the exact message, I get the spirit through the chorus that says the sky still blue, the flowers doesnt wilted and world will always keep rotate, whatever happens to me, world doesnt changes. It says "So, dont worry, girl". I know lately that the tittle of the song is Ternyata and popularized by Lusy Rahmawati. Briefly it tells about moving on from someone. But for me it suits all conditions when we cant get something we want, then we should take it easy and keep move forward. Here I attach the lyrics and the Youtube link of the song.

To Judge, To Build

Menjudge (apa ya Bahasa Indonesianya?) perasaan atau sifat seseorang bisa jadi malah membentuk kondisi menjadi sesuai dengan apa yang dijudge, padahal belum tentu kondisi sebenarnya sesuai dengan judgment atau penilain tersebut. Apa siiih??? misal nih, kita ketemu sama seseorang untuk pertama kali, dan entah karena kejadian apa, bahkan sebelum kita ngobrol sama orang tadi kita udah ngira mm dia orangnya tertutup deh kayaknya. Hmm akhirnya apa? karena kita yakin dia tertutup kita jadi nggak pengen nanya atau tahu lebih dalam tentang dia bahkan mungkin nggak banyak ngajak ngobrol. Lalu karena tidak ditanya, tidak didekati dia jadi nggak nyaman bicara banyak hal sama kita (bisa jadi nggak mau SKSD gitu gitu) nah akibatnya jadi bener judgment kita, dia jadi tertutup padahal mah aslinya belum tentu. Dia tertutup karena kita nggak ngasih sinyal kalo dia bisa dan boleh terbuka sama kita. Gitu kira-kira.

Begitu juga dengan judgement2 awal lainnya, kayaknya dia galak deh, nggak asik deh, kebanyakan galau deh, pendiem deh, egois deh, nggak bisa ngerjain ini deh, nggak bisa bikin itu deh. Sok tau. Padahal mah kalo baru kenal sama orang harusnya berpikir netral, kalopun ngejudge, mending kalo judgmennya positif nah kalo negatif dan kenyataan malah judgment itu yang membentuk seseorang menjadi seperti yang negatif itu, kan kasian, jahat bahka. Termasuk nih kalo di sekolah atau kampus, memberi kepercayaan pada teman sekerja untuk mengerjakan ini itu, bukannya ngira-ira dia nggak akan bisa ini nggak akan bisa itu, jatuhnya dia nggak bisa beneran karena nggak dikasih kesempatan belajar. Serem nggak sih?[]

Tuesday, October 27, 2015

-Failed Draft- di Divisi Kajian DIS

I really want to finish this article but dont know what to write. Its be draft since June 2010. DIS (Dewan Islam Sekolah) is such rohis in my senior high school. Why the name is different? its due to a tragedy (tragedy?) happened several years before my period, at that time I really wanna make an article that tells about that history. Some of my friend and I have already came to our teacher to get the story from one point of view and planned to come to the others to get another point of view, but when we came someone, he said that what was happened shouldnt be spread out because that was  a disgrace.  Honestly, I wasnt see it as a disgrace but as a story that should be written, so student (and other people as well) can get the true story instead of rumor. We know that telling by tongue can injure the fact of the story, right? How disappointed.

Friday, October 23, 2015

Dua Sejoli Berbeda Keyakinan

sumber: http://www.ahlulbaitindonesia.or.id/
Beberapa waktu yang lalu, saya melihat iklan program TV lamaran (iklannya aja sih), terus intinya mereka itu beda keyakinan dan itu dianggap perjuangan untuk menyatukan dua insan berbeda keyakinan. Hmm, kalo setau (dan sekeyakinan) saya sih menikah berbeda agama itu tidak diperbolehkan, kecuali (dalam agama saya ya) laki-lakinya Islam dan wanitanya ahli kitab (dan ada harapan untuk beriman gitu deh), taaappiii da ahli kitab mah udah nggak ada, jadi intinya mah nggak boleh gitu aja. Tapi saya masih mendengar ada ulama yang berpendapat boleh. Oke, lets say pernikahan dua sejoli berbeda keyakinan itu boleh, lah apa yang mau dikejar mas, mbak? Mau nikah aja daftarnya di Kantor Urusan Agama, prosesinya berdasarkan aturan agama, kalo dalam Islam menikah itu separuh agama, its all about agama mamen. Mau membentuk keluarga yang seperti apa? jalan tanpa tujuan dan pedoman yang jelas. Kalo beda agama pedomannya beda juga, yang satu kitab ini yang satu kitab itu. Mau dibawa ke mana coba?

Mm.. cinta. Alasannya itu. Setiap orang memeluk agamanya dengan keyakinan bahwa agama tersebut adalah agama yang benar, kalo mau masuk surga ya modal awalnya percaya akan agaman tersebut, agama diluar agamanya salah dan ujungnya neraka, kira-kira gitu. Kalo cinta masa rela anggota keluarga (yang katanya dicintai) nggak masuk surga (masuk neraka lagi), suatu hari anak mereka pasti memilih agama mana yang hendak dianut, ya berarti ada salah satu orang tua yang rela anak-anaknya masuk neraka, hmmm serem. Yakin itu yang namanya cinta? Mm kenapa gitu ya? mungkin karena kepercayaan terhadap hari akhir (akhirat, surga, neraka) itu kurang atau memang tidak percaya? kurang tau sih. 

What Make Employees Stay

This image says it all. Its rare that company has it all. Its also need our initiative as an employee (its recommended to you to watch Misaeng guys, a korean drama, hehe) then lets see the end, become the "winner" or end up with resign letter, hehe.

Sorry I forget the source

Thursday, October 22, 2015

"Lo Pikir di Kosan ini ada Pembantu?"

Eh gitu banget judulnya? :)

Ternyata ini terjadi tak hanya di satu dua kosan, hmm. Saya sudah empat tahun hidup di kosan/asrama. Mau kosannya seperti apa, mau asramanya kayak gimana, yang baru masuk kuliah, yang udah jadi sarjana, IPKnya mau kayak gimanapun limit-4-nya, mau berapapun hafalan alqur'annya, mau serapi apa mukanya, nggak ngaruh, sama aja maksudnya. Mau ngomongin kebersihan neng, >_<. Sangat jarang kosan yang antarkamarnya tidak saling berinteraksi, baik langsung maupun tidak. Setidaknya, memakai kamar mandi bersama, dapur bersama, ruang tengah bersama, tempat jemuran bersama, tempat sampah bersama atau yang lebih interaktif lagi, jika mereka harus membersihkan kosan sendiri (tidak ada asisten), harus ada jadwal piket ini itu, aturan ini itu. So, to think about others is important here. I mean lets not be selfish by doing anything we want because there are friends that also need comfort environment.

Kitcen. This is the most come up issue. Guys, seberapa lama sih butuh waktu untuk nyuci piring bekas makan sendiri? percaya deh, kalo langsung dicuci nggak sampe semenit. Serius, coba aja diwaktuin. Begitu juga dengan gelas, wajan bekas masak, dan semuanya. Dari yang sering saya lihat, padahal meninggalkan bekas masak/makan untuk segera kedepan laptop nonton film BERJAM-JAM atau online BERJAM-JAM, segitunyakah? Sibuk banget? yakin bukan dibuat-buat sibuknya? hmm. Coba dibiasain langsung dicuci, terutama kalo barang yang dipakai bukan milik sendiri, hmm parah nih. Iya neng, kasian yang lain kalo mau ikut makai, iya nggak? kan mereka juga punya hak yang sama untuk makai. Yang lebih parah lagi kalau ternyata itu punya pribadi yang lain, terus pas yang punya mau makai, masih kotor, hmm.. ini mah nggak tau diri namanya. Serius, ketika kamu punya hak untuk memakai alat dapur dan lagi butuh banget tapi ternyata masih kotor dan kotornya karena yang makai males nyuci, itu rasanya kesel sih.

Friday, October 9, 2015

Proses Produksi Cokelat #1: Overview

sumber: thecnnfreedomproject.blogs.cnn.com
Cokelat merupakan salah satu jenis makanan yang berbahan dasar biji kakao (terkadang ada yang menyebutnya kokoa) atau Theobroma cacao. Biasanya manis dan berwarna coklat. Bentuknya dapat berupa padat, pasta, cair dan bubuk. Secara umum, ada dua jenis cokelat.

1. Milk chocolate (cokelat susu)
Bahan utama cokelat ini adalah lemak kakao, massa kakao dan susu. Pada cokelat susu, ada jenis chocolate compound yaitu cokelat yang komposisi lemaknya bukan dari lemak kakao namun dari lemak/minyak nabati lain. Lemak nabati ini lebih murah jika dibanding dengan lemak kakao.

2. Dark chocolate (cokelat hitam)
Bahan utama dark chocolate adalah lemak kakao dan massa kakao (tanpa susu). Komponen-komponen dalam cokelat ini akan dijelaskan pada bagian tersendiri, termasuk detail bahan baku, proses pembuatan dan variasi-variasinya.

Statistik

Menurut statistik, konsumsi cokelat dunia pada 2015, 10 negara konsumen cokelat terbesar adalah negara-negara di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Konsumsi terbesar oleh Swiss dengan konsumsi 9 kilogram perkapita pertahun, kemudian Jerman dan Irlandia dengan konsumsi per kapita masing-masing 7,9 kilogram dan 7,4 kilogram per tahun (Koran Tempo, 14 Agustus 2015). Faktanya, tak satu pun dari 10 negara konsumen cokelat terbesar dunia itu merupakan penghasil biji kakao, bahan utama pembuatan cokelat. Lebih dari 90% penghasil kakao adalah negara-negara berkembang terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Proses Pembuatan Mentega #1: Pendahuluan

Mentega (butter) merupakan produk berbahan dasar susu dengan proses utamanya adalah churning (pengadukan) sehingga diperoleh bagian krim susu yang disebut raw butter. Susu merupakan emulsi lemak dalam air sedangkan mentega merupakan emulsi air dalam lemak. Lemak dan air yang terdapat dalam susu maupun mentega diemulsi oleh adanya protein susu. Susu yang digunakan umumnya berasal dari sapi namun mentega dapat pula dibuat dari susu kambing, kerbau, domba dan yak.

Gambar 1. Susu dan Mentega

Thursday, October 8, 2015

Neraka Asap Untuk Para Bangsat

sumber: blog.act.id
Nggak kebayang berhari-hari hidup ngehirup asap, udah bukan udara lagi kali ya. Iya musibah asap di Kalimantan sama Sumatera. Guwe yang kalo ada yang nyalain obat nyamuk atau ada yang ngerokok di ruang sebelah aja udah sesek, apalagi mereka. Di luar semuanya udah asap, masuk rumah juga udah asap, bener-bener nggak ada ruangan yang mereka bisa datangi untuk sekedar bernafas lega. Aih serius, itu pasti nyiksa banget. Belum masalah psikologi. Iya, guwe kalo agak kelamaan bau rokok, obat nyamuk dan sejenisnya beberapa jam aja udah kesel banget, udah pengen marah-marah, emosi, gitu deh. Apalagi ini yang berhari-hari, berminggu-minggu dan lagi-lagi nggak bisa ngehindar, kalo punya duit juga bandara ditutup, apalagi yang nggak punya duit. Yang asma, anak kecil apalagi bayi, ISPA, batuk, dada perih, Oh My God, itu pasti kesiksa banget. Mata perih, nafas sesek, bau. Serius, ngebayanginnya aja udah bikin sesek, asli sesek. Dan pake masker sesek juga kali, coba deh, pake masker itu juga udah sesek, tapi ya mau gimana lagi.

Bencana alam? nggak percaya. Biadab sih, bangsat tuh mereka yang buka lahan pake bakar hutan. Kalo liat perusahaan-perusahaannya, ada beberapa yang mudah dikenal. Ya, perusahaan yang punya duit dong. iya punya duit tapi nggak punya otak, nggak punya nurani. Da inikan bukan pertama kali, dulu-dulu kan juga pernah, kenapa nggak takut sih? kenapa nggak antisipasi? kenapa nggak belajar?. Bangsat. Bego. Tu mereka ntar di neraka diapain deh, di masukin ruangan tertutup yang isinya asep doang, ngirup tapi cuma nyakitin paru-paru, kesiksa doang tapi nggak mati-mati.

Ya Allaah, tabahkan mereka, sehatkan mereka, jaga jiwa mereka agar tetap menjadi jiwa yang tangguh dan lembut, jadikan sakit mereka hanya sebagai penggugur dosa, tak menjadi pelemah mental. Allaah, turunkan hujan yang lebat yang dapat mengusir asap-asap, sudahi rasa sakit mereka, agar anak-anak dapat kembali belajar, agar para ayah dapat kembali mencari penghidupan, agar para ibu tak lagi penuh dengan risau. Sudahi dan jangan biarkan ini kembali terulang Allaah, aamiiin.

Wednesday, October 7, 2015

Types of Pain

Selamat Ulang Tahun, Susi!

Sumber: kisahkamu.com
Hari ini, aku membuka sebuah situs komunitas di mana aku merupakan anggota barunya. Ada message tertanggal 6 Oktober, hari yang berakhir sekitar satu jam lalu. Message ucapan selamat ulang tahunkah? Bukan. Aku hanya baru ingat bahwa kemarin adalah tepat tanggal dan bulan lahirku, orang-orang menyebutnya hari ulang tahun. Hari yang, jujur, selalu membuatku sedih, sama sekali tak ingin aku ingat dan sadari bahwa umurku telah bertambah. Semakin besar tuntutan akan kedewasaan, semakin besar tanya sudah berbuat apa aja, semakin dikejar oleh tanggungjawab dan yang membuatku takut, aku semakin dekat dengan kematian. Ya, tak perlu menunggu tanggal 6 Oktober, setiap hari, setiap jam bahkan setiap detik umur kita bertambah. Tapi entah kenapa di momen itu, rasa-rasa tadi lebih mengganggu.

Aku ingin umurku tetap belasan, berasa hidup masih akan panjang. Ah, kini, waktu serasa berjalan begitu cepat. Ini sudah tahun ke-23 sejak kelahiranku. Aku malu, aku masih belum pandai mengelola emosi, masih belum bisa menjadi penyokong hidup keluarga, ah jangankan keluarga, aku sendiri masih merepotkan banyak orang, dan yang paling memalukan, aku masih takut mati, merasa tak punya bekal untuk bertemu Allaah.

Friday, October 2, 2015

Keep Trying

You cant see the way, doesnt mean the way isnt exist, right?

Kesehatan Mereka, Tanggungjawabku Juga

Sekitar 3 tahun lalu, saya kedatangan seorang teman. Ia hendak menginap. Saat ia tiba, ternyata ia sedang flu. Saya menganjurkan ia untuk memakai masker, namun ia menolak. Tidak nyaman katanya. Saya tak nyaman juga memaksa. Sehari kemudian, setelah ia pulang, hidung saya mulai gatal, bersin-bersin dan akhirnya flu, persis seperti kekhawatiran saya. Saat itu masa kuliah. Kalian pasti tahu bagaimana awal-awal flu, badan panas, pusing, hidung berair, mampet dan sakit, kadang tenggorokan juga ikut sakit. Rasanya sangat tidak nyaman, mengganggu aktivitas.

Kalau boleh jujur, saya sering kesal jika ada teman yang tidak langsung membuang (ke tempat sampah luar) tissu bekas membersihkan ingus (atau setidaknya dikresekin di satu tempat). Biasa disimpan di dekat tempat duduk, tempat tidur dan sering jadi lupa. Tidak hanya ketika teman main ke kamar tapi juga yang sering meninggalkan tissu kotor di meja di kampus. Saya suka parno. Ya, kalo sama-sama sakit mah mending, jadi nggak "nular", tapi tetep geuleuh sih kalo harus buangin ingus orang.

Masalah orang sisi (membersihkan ingus dengan bunyi keras) dengan tisu/saputangan, sebenarnya saya heran, kenapa orang nggak malu sisi di deket orang. Jujur, untuk saya itu agak menjijikkan, saya biasa membersihkan ingus di kamar mandi (itupun dulu sambil nyalain keran atau pas nggak ada orang di sekitar kamar mandi). Mmm saya sering berpikir, apa sayanya yang lebay? nggak fleksibel? Beberapa kali, ada yang minta maaf saat mereka sisi di dekat saya, saya pikir berarti sebenarnya mereka juga berpikiran sama bahwa itu kurang sopan, tapi kalo mereka ngerasa seperti itu, kenapa nggak keluar atau menjauh aja ya? kenapa malah minta maaf, -_- (dan besok-besok juga tetep gitu, wkwkwkwk). Ya, beberapa waktu belakangan, saya coba untuk tidak jijikan, saya coba menganggap sisi di tempat umum itu hal biasa, meskipun nggak semudah itu juga (dan nggak di dalam kelas saat ada dosen juga), tapi untuk naruh tisu yang ada ingusnya sembarangan apalagi harus ngebuangin ingus orang, tetep parno sih.

Wednesday, September 30, 2015

"Jangan Nyusahin Angkatan" #2

One day, this sentence directly goes to me. "Jangan nyusahin angkatan". In front of my face. That day, me and my friends were in Malang and planned to go to Jatim Park. Im not sure that agenda be planned before or just came up spontaneously, I forget. I just remember that I didnt want to go. Im not interested in such place. Really. So, for me, its worthless, moreover if I count the (expensive) ticket. I planned to go to Agrowisata such apple garden while they enjoy the park, with one of my friend. I thought its not a must to join them. But my others friends didnt let us go. First they said we should make such surat pernyataan (declaration letter) and I agreed, but then they said we should join, they would pay for the ticket. Its not a short time to get the end of the "discussion". But because of the sentence I mentioned above, I said OK. And because my pocket money still enough to pay the ticket, so I paid it. Then, are we failed to see the fresh apple in the garden? No!

Serpihan Mozaik Jadi Sarjana #7 "Jangan Nyusahin Angkatan" #1

Satu kalimat bak sebuah bambu yang diruncingkan tajam. Ditusukkan tepat di bagian ulu hati manusia. Dikoyak-koyak sampai memutuskan lilitan usus, kemudian dikeluarkan lagi. Ouch.. enggak sih, lebay. Ini menjadi salah satu senjata mematikan agar anggota kelompok besar (seangkatan) mau ikut andil mengerjakan suatu tugas. Mm mungkin ini menjadi alasan terbesar seseorang mau ikut kegiatan kaderisasi, lets say one of them is Osjur (Ospek Jurusan). Iya? atau enggak? cuma guwe aja? Iya, lo pasti didatengin sama angkatan lo, dibujuk sana sini biar mau ikut osjur. Trus kalo ketemu mereka ntar-ntar pasti bakal awkward kalo nggak ikut. Nggak enak kan ya? Osjur tuh sebenernya tujuannya baik, biar apa ya? (nah lo udah dilantik kagak tau), guwe sih nangkepnya biar tau himpunan itu apa dan buat apa, biar lebih deket sama angkatannya (juga sama yang sejurusan), biar tau dan familiar sama jurusan (keprofesian). Bener nggak? Iya niat besarnya bagus, kalo ada niat yang nggak bagus (misal senior yang cuma pengen bentak-bentak) itu cuma oknum (yang bisa jadi oknum itu adalah semuanya #eh *becanda).

Start Kita Berbeda

Banyak anak "terlahir" bersama rasa takut. Saya tidak tahu, apakah itu bawaan atau sebenarnya terbentuk setelah lahir. Terbentuk oleh lingkungan saat mereka masih kecil. Dan kita tahu pengalaman saat kecil itu, bagai ukiran di atas batu, terkondisikan dan mengakar dalam diri. Sulit dihapus. Sangat sulit. Mana ada bayi bisa memilih lingkungan yang positif, yang mampu menjadikannya seorang pemberani. Tak mungkin pula mampu menyaring. Ia hanya akan menyadari saat banyak masalah muncul karena rasa takutnya. Hidup menjadi begitu keras untuk seorang penakut. Takut kecoa? ular? kodok? cicak? Bukan!. Takut bertanya pada teman, takut berdiskusi dengan dosen, takut memperjuangkan pilihan pada orang tua, takut berbeda dengan lingkungan, takut dimarahi, takut salah, takut gagal, takut, takut, takut..... Begitu juga dengan "penyakit" lainnya. Malu, mudah tersinggung, tidak bisa survive pada tekanan, malas, murung, tidak bisa melupakan masa lalu, trauma, semuanya, sifat-sifat yang oleh banyak orang yang lain dianggap sebagai sesuatu yang aneh, tidak masuk akal. "Apa sih gitu aja takut, gitu aja malu, gitu aja tersinggung, gitu aja capek, gitu aja nggak bisa, gitu aja masih dipikirin, gitu aja... gitu aja...". 

Mereka yang nampak masih lebih takut, lebih malu, lebih tidak sanggup, belum tentu karena usahanya lebih kecil. Bisa jadi, usahanya untuk sampai ketitik saat ini, ratusan kali lipat lebih besar. Iya, karena titik awal kita berbeda. Start kita berbeda. Dari segi apapun. Harus melawan diri sendiri dulu, harus belajar dari orang lain dulu, harus latihan dulu, harus struggling dengan finansial dulu, harus ini itu yang orang lain tak perlu lakukan karena mereka sudah punya, sudah diberi, sudah dilatih.