Tahu Salim Kancil? Warga biasa yang berani menolak penambangan pasir ilegal dengan taruhan nyawanya sendiri. Benar saja, ia meregang nyawa setelah jadi bulan-bulanan preman kacung elit penambang pasir. Disiksa. Disiksa sampai mati. Bangsatnya, salah satu bajingan dibalik itu adalah kepala desanya sendiri. Orang yang harusnya memperjuangkan kesejahteraan masyarakatnya. Dan bajingan yang lain adalah aparat penegak hukumnya. Nggak mungkin nggak sih mereka yang berontak nggak coba lapor ke penegak hukum, tapi.. huft ya gitu.
Salah satu ironi yang sangat disesali adalah anak dari Salim Kancil melihat langsung bagaimana ayahnya dianiaya hingga tewas. Oh Allaah, itu kayak gimana rasanya. Aku sempat membayangkan jika aku berada diposisi anak itu. Seumur hidup bayangan kejadian itu akan menghantui, ingatan yang tak diinginkan, ingatan yang bisa menjadikan seorang anak memelihara kebencian yang hanya akan menyiksa dirinya, sepanjang hidupnya. Tapi semoga, ia diberi jiwa yang kuat, tetap menjadi pribadi yang ceria, tetap penuh hasrat mencapai impian yang dia miliki. Aamiiin.
No comments:
Post a Comment