Menjudge (apa ya Bahasa Indonesianya?) perasaan atau sifat seseorang bisa jadi malah membentuk kondisi menjadi sesuai dengan apa yang dijudge, padahal belum tentu kondisi sebenarnya sesuai dengan judgment atau penilain tersebut. Apa siiih??? misal nih, kita ketemu sama seseorang untuk pertama kali, dan entah karena kejadian apa, bahkan sebelum kita ngobrol sama orang tadi kita udah ngira mm dia orangnya tertutup deh kayaknya. Hmm akhirnya apa? karena kita yakin dia tertutup kita jadi nggak pengen nanya atau tahu lebih dalam tentang dia bahkan mungkin nggak banyak ngajak ngobrol. Lalu karena tidak ditanya, tidak didekati dia jadi nggak nyaman bicara banyak hal sama kita (bisa jadi nggak mau SKSD gitu gitu) nah akibatnya jadi bener judgment kita, dia jadi tertutup padahal mah aslinya belum tentu. Dia tertutup karena kita nggak ngasih sinyal kalo dia bisa dan boleh terbuka sama kita. Gitu kira-kira.
Begitu juga dengan judgement2 awal lainnya, kayaknya dia galak deh, nggak asik deh, kebanyakan galau deh, pendiem deh, egois deh, nggak bisa ngerjain ini deh, nggak bisa bikin itu deh. Sok tau. Padahal mah kalo baru kenal sama orang harusnya berpikir netral, kalopun ngejudge, mending kalo judgmennya positif nah kalo negatif dan kenyataan malah judgment itu yang membentuk seseorang menjadi seperti yang negatif itu, kan kasian, jahat bahka. Termasuk nih kalo di sekolah atau kampus, memberi kepercayaan pada teman sekerja untuk mengerjakan ini itu, bukannya ngira-ira dia nggak akan bisa ini nggak akan bisa itu, jatuhnya dia nggak bisa beneran karena nggak dikasih kesempatan belajar. Serem nggak sih?[]
Begitu juga dengan judgement2 awal lainnya, kayaknya dia galak deh, nggak asik deh, kebanyakan galau deh, pendiem deh, egois deh, nggak bisa ngerjain ini deh, nggak bisa bikin itu deh. Sok tau. Padahal mah kalo baru kenal sama orang harusnya berpikir netral, kalopun ngejudge, mending kalo judgmennya positif nah kalo negatif dan kenyataan malah judgment itu yang membentuk seseorang menjadi seperti yang negatif itu, kan kasian, jahat bahka. Termasuk nih kalo di sekolah atau kampus, memberi kepercayaan pada teman sekerja untuk mengerjakan ini itu, bukannya ngira-ira dia nggak akan bisa ini nggak akan bisa itu, jatuhnya dia nggak bisa beneran karena nggak dikasih kesempatan belajar. Serem nggak sih?[]
No comments:
Post a Comment