"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Tuesday, June 14, 2016

Bahkan Menjadi Orang Baik pun Perlu Doa dan Usaha

Jika aku boleh meminta ingin dijadikan wanita yang seperti apa, aku ingin menjadi wanita yang kaya akan ilmu agama, cerdas, lembut, ceria, murah senyum, sabar, pemaaf, penuh empati, energik, supel, pemberani, rajin, dapat diandalkan, amanah, serba bisa, selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, tidak memiliki cacat sedikitpun.

Tapi, bermimpilah Susi, jika bukan kamu yang merubah dirimu sendiri. Memang, setiap orang lahir dengan sifat dasar dan lingkungan yang tak bisa ia pilih, tapi menjadi manusia baik dan tidak itu tetap pilihan. Ternyata menjadi orang dengan segala sifat positif itu ada usahanya. Mudah? tentu tidak. Sematkan harapan itu disetiap do'amu, mintalah kemudahan. Dan jangan heran, semisal kamu ingin menjadi orang yang pemaaf, Allaah tidak akan serta merta menyelipkannya di dirimu. Allaah akan memberi kamu kesempatan melatihnya. Mungkin dengan lantaran orang-orang disekitarmu, bahkan keluargamu sendiri. Berapa banyak yang engkau ingin Allaah membantumu merubahnya? Menjadi orang baik pun ada ikhtiarnya.

Monday, June 13, 2016

For the Perfectionist Girl Inside There

Source: stress.about.com
Yes, there are so many problems in this big world. But there also so much human there. So much problems too inside a tiny house. But, you can make a priority. Just let a spot stain stay on your wide floor, let a few dust come together below the sofa and be easy then. Dont let yourself feel uncomfort all day long. Actually its you naming these as problems. The perfection its self can be the problem. Hi! Relax your thought, feeling and body.

Monday, June 6, 2016

When Food is not the Matter of Taste Again

Allaah give me chance to experience some times that I should just accept everything eatable food without considering the taste. Rice with grated coconut, krupuk, or even just with salt. Only in my childhood? No, I experience it on certain moments until my end of college period (and I just graduated actually). I really thank to Allaah about that and I think its the way Allaah Teach me to always thanks for the food. Untuk mensyukurinya, tidak membiarkannya mubadzir dan tidak sekedar menjadikannya pemuas lidah.

Timbunan sampah makanan seperti ini tidak berasal dari
seorang dua orang, Tapi dari banyak orang
yang mungkin hanya membuang sepotong dua potong makanan,
dan kita bisa termasuk diantara mereka.
sumber gambar: yasminahasni.files.wordpress.com
Well, I know not all people have same perspective as me about food. saya ingat, ada kalimat 'dihabiskan makannya, nanti makanannya nangis' yang saya dengar ketika kecil. Bertambah umur, ada orang tua yang akan memarahi jika makanan tak dihabiskan (jujur saya kurang suka sih cara konvensional orang tua mendidik anak dengan memarahi, tapi ternyata kesan "menghabiskan makanan itu tidak boleh" cukup membekas). Lebih dewasa lagi, ada nasihat bahwa dulu, Rasulullaah bahkan menyuruh agar mengambil makanan yang terjatuh (dengan dibersihkan dahulu), menghabiskan seluruh makanan yang ada dipiring bahkan sampai sisa-sisa makanan di jari.

Karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan kalian yang manakah keberkahan itu berada.” Begitu Rasulullah menyampaikan. Bisa jadi yang sudah di makan, bisa jadi pada butir nasi terakhir yang dimakan bahkan bisa jadi pada makanan yang tersisa kemudian terbuang.

Ada beberapa kemungkinan masih banyak orang dengan mudah menyisakan makanan yang sudah mereka ambil,