"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Friday, November 4, 2016

#penjarakanahok

Beberapa hari ini gue nggak ngikutin berita banget, tapi ini gw lagi nonton berita sih. Dari tadi isinya persiapan aksi ngedemo Pak Ahok atas tuduhan penistaan agama. Nampak heboh. Tapi nggak tau sih yang di demo siapa, yaa negara kali ya yang dianggap kurang responsif, kurang gercep. Pas dicertain temen apa yang Pak Ahok sampaikan soal Al-Maidah, seketika dada guwe langsung sesek sih. Gilee.. sakit hati banget gue. To be honest, gue suka sama kinerja Pak Ahok jadi pemimpin, Jakarta nggak bisa kalo nggak dipremanin. PNS/pekerja2 oportunis nggak bisa kalo nggak di  brebet pake gertakan Ahok. Tapi ya.. sangat disayangkan mulut beliau itu sering nggak ada remotnya.

Setiap orang punya pikiran, bersih maupun kotor, termasuk pikiran tentang agama lain dan termasuk gue. Tapi ya itu.. normalnya sih orang punya kendali atas apa yang mereka ucapkan dan lakukan sampai kebentuk yang namanya toleransi dan impactnya bisa kebentuk suasana hangat antar umat beragama, antar kelompok yang punya sudut pandang berbeda. 

Thursday, October 20, 2016

Riya, Pamer dan Bangga yang Terselip

Aku pernah dengar riya itu ada dua macam. Pertama kita bener-bener ngumbar ke orang perbuatan baik yang kita lakukan, kedua yang merasa senang/berbangga hati ketika orang memuji perbuatan baik kita. Its clear for the first type and really horrible for the second. Ya kita merasa senang ketika orang mengetahui dan terkesan akan perbuatan baik kita apalagi jika itu orang lain umbar di depan orang lain. Suusssah banget nahan diri untuk tidak terbang melayang, astaghfirullaah. Rontok rontoklah pahala yang paling seberapa uprit itu. Semoga Allaah senantiasa memudahkan kita istiqomah menahan dan mengampuni sebersit bangga yang tidak kita inginkan tadi.

Pamer dan bangga. This issue come up strongly lately. Just like in riya, sometimes its tucked in a certain wrap. "Im an extrovert, I need to talk to others". "I cant bear it my self, I just have to talk, no offend and I have no bad intention". Even if you are need to tell others, you can choose what should you tell, right?. Sometimes persons dont realize that they just show off (with full of pride) what they have, what they experience that others dont because they are beautiful, rich, clever, get rich husband (or rich parent-in-law, #heh), cant help because so much guy crush on her. "Her" because usually, thats female habit, hehe. "Oh, I feel uneasy because my mother-in-law asked me to take the expensive one", "ah what should I do? I think my husband will ask me also when they have to go abroad",  "I have this, this, this, ...". Oh be grateful then, world really love you bro, look at here.. Im the remah compare to you.

Wednesday, October 5, 2016

"Hidup di Akhir Bulan"

An inspiring story for you who have monthly income but accumulate debt monthly also. You cant just get going.. must do something and shouldt live like a fake buying stuffs you cant afford, going around people telling you really need money for life. Hope get a lesson and spirit from this one story....

Deni adalah seorang copywriter di sebuah biro iklan lokal. Teman- temannya mengatakan bahwa Deni sedang kesulitan keuangan. Kok tahu? Ya taulah. Karena setiap kali kekurangan uang, Deni selalu sibuk meminjam uang sana sini. Beberapa temannya ada yang menolak karena setiap bulan dia hampir selalu meminjam uang.

Memang, setelah gajian utangnya pasti dibayar, tapi beberapa hari kemudian pinjam lagi. Lama-kelamaan teman-temannya merasa keberatan. Kalau sudah demikian, maka Deni sibuk mencari-cari siapa yang dapat meminjamkan uangnya.

Tuesday, August 9, 2016

Nobody might care if you are HURT


Sometimes, life is so hard. It teaches you to not only become stronger but also be "harder". It hurts and nobody knows but you. The most painful is the fact that you drag the others that means you hurt them and the only thing you can do is say "sorry!"

Friday, July 1, 2016

Mungkin bukan Ujian, namun Pelatihan dari Tuhan

Aku berdoa pada Allaah agar membantuku menjadi wanita yang sabar dan pemaaf. Allaah malah membawaku pada situasi di mana ada banyak hal yang membuatku marah, bahkan karena hal sepele. Aku tidak tahu, memang lingkungan yang kuhadiri yang seperti itu, atau aku yang Allaah buat menjadi lebih mudah terpancing emosi.

Aku berdoa pada Allaah agar menyematkan rasa percaya diri dan berani dalam jiwaku. Allaah malah menunjukkan kekurangan-kekuranganku. Allaah mengirim banyak orang dan situasi yang membuat aku menjadi orang yang bertindak salah,  menjejaliku dengan kritik dan di buat malu.

Aku berdoa pada Allaah agar menjadikanku wanita yang bermanfaat, yang dapat di andalkan oleh orang-orang disekitarku. Allaah malah memberitahuku bahwa aku merepotkan banyak orang, aku melihat orang-orang disekitarku lebih sabar dariku menyesuaikan sikapku yang kekanak-kanakan.

Tuesday, June 14, 2016

Bahkan Menjadi Orang Baik pun Perlu Doa dan Usaha

Jika aku boleh meminta ingin dijadikan wanita yang seperti apa, aku ingin menjadi wanita yang kaya akan ilmu agama, cerdas, lembut, ceria, murah senyum, sabar, pemaaf, penuh empati, energik, supel, pemberani, rajin, dapat diandalkan, amanah, serba bisa, selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, tidak memiliki cacat sedikitpun.

Tapi, bermimpilah Susi, jika bukan kamu yang merubah dirimu sendiri. Memang, setiap orang lahir dengan sifat dasar dan lingkungan yang tak bisa ia pilih, tapi menjadi manusia baik dan tidak itu tetap pilihan. Ternyata menjadi orang dengan segala sifat positif itu ada usahanya. Mudah? tentu tidak. Sematkan harapan itu disetiap do'amu, mintalah kemudahan. Dan jangan heran, semisal kamu ingin menjadi orang yang pemaaf, Allaah tidak akan serta merta menyelipkannya di dirimu. Allaah akan memberi kamu kesempatan melatihnya. Mungkin dengan lantaran orang-orang disekitarmu, bahkan keluargamu sendiri. Berapa banyak yang engkau ingin Allaah membantumu merubahnya? Menjadi orang baik pun ada ikhtiarnya.

Monday, June 13, 2016

For the Perfectionist Girl Inside There

Source: stress.about.com
Yes, there are so many problems in this big world. But there also so much human there. So much problems too inside a tiny house. But, you can make a priority. Just let a spot stain stay on your wide floor, let a few dust come together below the sofa and be easy then. Dont let yourself feel uncomfort all day long. Actually its you naming these as problems. The perfection its self can be the problem. Hi! Relax your thought, feeling and body.

Monday, June 6, 2016

When Food is not the Matter of Taste Again

Allaah give me chance to experience some times that I should just accept everything eatable food without considering the taste. Rice with grated coconut, krupuk, or even just with salt. Only in my childhood? No, I experience it on certain moments until my end of college period (and I just graduated actually). I really thank to Allaah about that and I think its the way Allaah Teach me to always thanks for the food. Untuk mensyukurinya, tidak membiarkannya mubadzir dan tidak sekedar menjadikannya pemuas lidah.

Timbunan sampah makanan seperti ini tidak berasal dari
seorang dua orang, Tapi dari banyak orang
yang mungkin hanya membuang sepotong dua potong makanan,
dan kita bisa termasuk diantara mereka.
sumber gambar: yasminahasni.files.wordpress.com
Well, I know not all people have same perspective as me about food. saya ingat, ada kalimat 'dihabiskan makannya, nanti makanannya nangis' yang saya dengar ketika kecil. Bertambah umur, ada orang tua yang akan memarahi jika makanan tak dihabiskan (jujur saya kurang suka sih cara konvensional orang tua mendidik anak dengan memarahi, tapi ternyata kesan "menghabiskan makanan itu tidak boleh" cukup membekas). Lebih dewasa lagi, ada nasihat bahwa dulu, Rasulullaah bahkan menyuruh agar mengambil makanan yang terjatuh (dengan dibersihkan dahulu), menghabiskan seluruh makanan yang ada dipiring bahkan sampai sisa-sisa makanan di jari.

Karena kalian tidak mengetahui di bagian makanan kalian yang manakah keberkahan itu berada.” Begitu Rasulullah menyampaikan. Bisa jadi yang sudah di makan, bisa jadi pada butir nasi terakhir yang dimakan bahkan bisa jadi pada makanan yang tersisa kemudian terbuang.

Ada beberapa kemungkinan masih banyak orang dengan mudah menyisakan makanan yang sudah mereka ambil,

Friday, May 27, 2016

Kuminta pula keberkahannya

Teriring doa kelimpahan rizki, memang seharusnya demikian. Mintalah pula keberkahannya. Agar tak sia-sia, apalagi menyengsarakan. Semoga semua rizki yang Allaah berikan, apapun itu bentuknya, kita terima berikut keberkahannya. Aamiin ya Rabb.

Monday, May 23, 2016

Pada Akhirnya, Mana yang Menghabiskan Hidup dengan Menebar Manfaat

Dalam beberapa kesempatan, aku bertanya-tanya, mengapa ada kawan yang dengan sangat santai menjalani hari. Bangun tidur tanpa tuntutan, melangkah tidurpun tanpa beban. Diantara waktu itu, mereka bisa mengisinya dengan kegiatan apapun yang mereka inginkan. Tiada perlu berpikir hari ini harus makan apa, sepertinya uang jajan yang mereka miliki lebih dari cukup. Tiada perlu berpikir harus segera menyelesaikan urusan ini itu, karena toh urusan itu tertunda atau bahkan tak selesai, hidup mereka kedepan tetap akan baik-baik saja (mungkin dan sepertinya). Yaaa, alhamdulillaah, Allaah memang telah menetapkan rizki setiap makhlukNYA. Materi, kenyamanan, kelancaran, kecukupan, kemudahan, semua datang atas kehendakNYA.

Adakah hati yang merasa susah? merasa lelah, penuh tanya atau bahkan iri? menyaksikan seseorang di samping kita menghabiskan waktu didepan monitor menikmati hiburan sedangkan diri menahan mata agar tak terpejam, menahan punggung yang selalu ingin berbaring agar tetap tegak, menahan tangan dan kaki yang ingin bermain agar tetap mau merampungkan tugas. Mereka, ada yang akhirnya keteteran, ada yang dampaknya tidak merugikan dirinya dan ada juga yang jatuhnya membebani orang lain. Kesal tapi bingung harus ngapain? Iri tapi tak punya alasan untuk melakukan hal yang sama? Ada rasa ingin melakukan hal yang sama tapi takut waktu menjadi sia-sia?

Gaji dan Amanahnya

Aku pernah nemu di mana ya? lupa. Kalimat yang cukup menuntutku untuk lebih dewasa, lebih bijaksana dan lebih simple menjalani hidup, lebih tepatnya dalam urusan pekerjaan. Intinya, "Yang kita dapatkan itu sesuai dengan yang kita usahakan. Jika kita adalah orang dengan gaji 5 juta namun melakukan pekerjaan seperti orang dengan gaji 10juta, maka 5 juta sisanya pasti akan kita terima, entah dari mana dan entah dalam bentuk apa. Sebaliknya juga demikian, jika kita bergaji 5 juta namun mengerjakan pekerjaan seperti orang bergaji 2,5 juta, maka uang 2,5 juta sisanya meskipun kita terima tidak akan ada manfaatnya, akan habis untuk sesuatu yang sebenarnya sia-sia."

Tapi lebih gundah gulana itu saat menerjemahkan pekerjaan sebagai amanah. Ya, amanah. Kita sudah bersepakat (berjanji) akan mengerjakan sesuatu dengan timbal balik upah (gaji). Gaji itu akan halal ketika pekerjaannya kita laksanakan, ketika janjinya kita tepati. Dan semua tahu, yang namanya amanah, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. T_T. Hedew, udahlah kalo inget yang kayak gini mah...

Monday, May 16, 2016

Standar "Aku lagi nggak punya uang"nya orang-orang

"Nanti ya bayarnya, aku lagi nggak punya uang nih". Tetiba pulang bawa martabak, bawa sekresek belanjaan, atau masih beli makannya yang aneh2 padahal ada pilihan warteg bahkan bisa masak sendiri.

"Uangku tinggal sepuluh ribu, uang terakhir ini.. tinggal ini.. aku harus hemat, ini buat sampai uang turun bulan depan", "Ini bawa aja dulu uangnya, nggak papa", "Enggak, nggak usah", "Lho nanti kamu gimana nggak megang uang?" dengan tulus penuh rasa khawatir "Enggak, nggak usah, nanti aku ambil di atm". Ooh.. uang terakhir tu maksudnya uang di dompet, -_-.

"Pinjem uang dulu ya, aku nggak ada uang, padahal butuh buat ini itu." "Oh ya udah, ini pake aja dulu, uangku tinggal ini tapi aku bisa masa dan nggak akan pergi-pergi beberapa hari ini (nggak butuh transport), pulsa juga bisa isi bulan depan, nggak sering kepake ini". Udah dibela2in kitanya sampe dihemat-hemat, eeeh dianya  beli barang ini itu yang nampak nggak penting-penting amat, -_- atau at least itu bisa ditaruh di prioritas ke sekian puluh.

See How was your Surround


Just Say You Love Them

When you have so many complains against your friends but you feel like its you that have complicated personality. When you wanna explode all your pique but you afraid you would regret it. When you feel so annoyed but your logic says these all trivial things. Just remind your self that you love them, "Aku sayang sama mereka", imagine you all hug each other, playing and jumping in the middle of cherry blossoms falling..

Sunday, April 24, 2016

Nonsense and Expired Competition

"Ada orang-orang yang sibuk dengan kompetisi yang ia buat sendiri"

Have you ever trapped in a nonsense competition? Competition that just make you tired, just burdening and wasting your time. Then as time flies, you realize that it was an unimportant competition or even shameful. Do you also realize that in fact there is no competition but only your self made it? Only yourself working hard to win. Only yourself know you win or lost, feel pride on other's losing and annoyed when you find you lost.

Aaaaand do we agree that someday, so many competition we attend (or even made) today, will be expired then? ( yes i agree it will great if the positive affect remain). Let me tell a story of me. when Im in my elementary school, I feel like I have a competition to have beautiful hair. Black, soft and the important thing is long hair. We never compare it verbally but (maybe) only me that compare it. I do shampoo as often as possible (it also mean money needed), try many kind of shampoo to get the most suitable for my hair, took so much time to intensely monitor my friends hair and ensure that mine is better. Its end when my friend cut her hair short. Now, its no longer competition and I feel like its a nonsense competition, unimportant. Then I reflect it to today, many competitions may just a nonsense competition and will end soon uselessly.

Friday, March 25, 2016

Its not about right or wrong

Again, sometimes, its not the matter of right or wrong, but satisfied or not. There are people prefer to have straight hair, while the other prefer to the curly one. There are people who like the green, but some are hate it. Everyone is different, and so do we. When we haven't made deal with others, its not necessary because we wrong but we just do not satisfy them, fulfill their expectation or get what they need/want.

Tuesday, March 22, 2016

"Janganlah Kamu Jemu Menulis Hutang Itu, Baik Kecil Maupun Besar"

Ayat yang cukup panjang. Al-Baqarah :282. Mengenai hutang. Kadang nampak sepele. Seribu dua ribu. Aku selalu coba mengingat (dan mencatat) meskipun itu 50rupiah. Sungguh aku takut jika di hari akhir nanti aku dimintai pertanggungjawaban atas itu sedangkan tidak ada uang sepeserpun yang aku bawa dari dunia. Aku takut.

Aku pernah berkunjung ke kamar teman, aku lihat catatan hutang tertempel di sisi kamarnya. Saat aku lihat, ada beberapa hutangnya padaku (terutama yang hanya sekian ribu) tidak ada dalam catatan tersebut. Intinya ia lupa. Berkali-kali. Bukan, bukan aku ingin menyalahkannya. Justru itu jadi pelajaran untukku. Jika aku merasa aman karena merasa selalu mengingat bahkan mencatat hutangku pada orang lain, itu salah. Tidak ada jaminan aku selalu mengingatnya. Aku masih bisa lupa, masih bisa salah. Aku harus lebih berhati-hati, lebih bersungguh-sungguh, bahkan mungkin hindari saja.