"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Friday, November 4, 2016

#penjarakanahok

Beberapa hari ini gue nggak ngikutin berita banget, tapi ini gw lagi nonton berita sih. Dari tadi isinya persiapan aksi ngedemo Pak Ahok atas tuduhan penistaan agama. Nampak heboh. Tapi nggak tau sih yang di demo siapa, yaa negara kali ya yang dianggap kurang responsif, kurang gercep. Pas dicertain temen apa yang Pak Ahok sampaikan soal Al-Maidah, seketika dada guwe langsung sesek sih. Gilee.. sakit hati banget gue. To be honest, gue suka sama kinerja Pak Ahok jadi pemimpin, Jakarta nggak bisa kalo nggak dipremanin. PNS/pekerja2 oportunis nggak bisa kalo nggak di  brebet pake gertakan Ahok. Tapi ya.. sangat disayangkan mulut beliau itu sering nggak ada remotnya.

Setiap orang punya pikiran, bersih maupun kotor, termasuk pikiran tentang agama lain dan termasuk gue. Tapi ya itu.. normalnya sih orang punya kendali atas apa yang mereka ucapkan dan lakukan sampai kebentuk yang namanya toleransi dan impactnya bisa kebentuk suasana hangat antar umat beragama, antar kelompok yang punya sudut pandang berbeda. 

Oke back to the topic. Iya, katanya sih Pak Ahok nya juga udah minta ke Bareskrim buat segera periksa beliau, udah ada yang ngelaporin juga, mm jadi yang harus di demo siapa nih kalo di rasa penanganan kasus ini lambat (atau tidak diproses). Atau sebenernya diproses cuma ya belum sampai pemanggilan Pak Ahok. Au ah.

Mm.. menurut gue emang kadang pemerintah, aparat penegak hukum, emang perlu agak digretak. Pernah nih.. ada yang demo depan kantor pemerintahan daerah trus kayak nggak di waro gitu.. akhirnya massa demo ngelempar batu ke mobil yang ada di sana, trus baru ada yang keluar buat nanggepin massa. Laah kenapa nggak dari tadi keluar, mereka kan tugasnya emang melayani masyarakat apalagi kalo itu emang tugas mereka, DPRD ngewakilin rakyat, penegak hukum memproses pengaduan masyarakat. Kenapa harus diteriakin dulu? kenapa harus digretak dulu?

Hal yang paling gue sayangkan adalah... mengapa semua ini harus terjadi #hallah. Iya.. kenapa harus terucaaap. Bagaimanapun, tindakan beliau adalah salah dan pantas mendapat ganjaran. Jujur sih gue masih naruh harapan beliau mimpin Jakarta. Kalau beliau dipenjara, mm.. masihkah bisa nyagub? Akhirnya bakal cem mana ya?

Ya.. semoga aksi hari ini damai, lancar dan lebih banyak manfaatnya. Saya salut sama mereka yang mau meluangkan waktu, tenaga, materi bahkan mau ambil risiko. Membela agama cuy. Saya mah plegmatis, tidak mau ambil risiko dengan berkumpul dengan banyak orang ditengah jalan. Semoga juga bisa jadi pelajaran untuk Pak Ahok dan yang lain terutama orang-orang yang cukup mendapat sorotan publik agar lebih bisa menjaga ucapan dan tindakan. Biar tetap adem ayem negara kita.

No comments:

Post a Comment