"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Monday, December 28, 2015

"Selalu Setia pada Pasangan atau Gunakan Kondom"

Pernah dengar penggalan iklan layanan masyarakat di hari HIV kemarin? "Selalu setia pada pasangan atau gunakan kondom". Lah setia kog pilihan. Awalnya saya coba cari pembenaran, saya coba telaah, ini memang ambigu tapi mungkin sebenarnya maksudnya baik. Enggak doong, saya tidak menemukan maksud lain selain 'jika ingin melakukan hubungan sex yang aman, gunakan kondom dan sex di sini mengarah pada sex bebas'. Ya, itu memberikan pesan bahwa alternatif untuk safe free sex is condom. 
Sumber: www.lfpress.com
Lah kan bisa yang dimaksud itu sex dengan suami/istrinya. Pertama, pasangan suami istri hampir pasti ingin punya anak, nggak bisa dong pakai kondom. Ya kan cuma sekali nggak pakai kondomnya, jadi belum tentu tertular, lah emang sekali langsung bisa jadi anak? 'Sudah memutuskan untuk tidak punya anak', oke kalau begitu bisa selalu memakai kondom saat berhubungan intim, iya itu kalau dari awal tau pasangan punya HIV, tapi apa pasti tau pasangannya terkena HIV? maksud saya, tes kesehatan alat reproduksi sebelum menikah aja belum tentu, apalagi tes HIV yang sering masih dianggap tabu. Dan maaf ya, maaaf sekali, saya yakin banyak juga pasangan yang ingin menikah namun berujung pada 'tidak' saat tahu pasangannya terkena HIV. Dalam cerita "Ketika Cinta Bertasbih" bahkan wanita dari lingkungan santri dan berpendidikan tinggi memutuskan bercerai mengetahui suaminya mengidap HIV.

So, pesan untuk suami istri rasa-rasanya kok tidak ya? ditambah lagi fakta yang membuktikan bahwa sex bebas menjadi salah satu penyebab TERBESAR menyebarnya HIV. Dan bukankah pemilihan kata pada pembuatan iklan cukup penting? kata-kata pasti dipilih agar pesan yang ingin disampaikan tepat sampai pemirsanya dan yang dipilih adalah kata 'ATAU'. Hmm semakin luas pergaulan saya, sebenarnya saya sadar bahwa diluar sana, banyak orang (termasuk orang-orang yang secara fisik dekat dengan kita) sudah memandang sex bebas sebagai sesuatu yang lumrah bahkan sudah menjadi cerita lucu ditongkrongan. Saya beruntung diberi pondasi bahwa sex bebas adalah dosa besar, bahkan mendekatinya saja menjadi sesuatu yang memalukan.

Saya merasa saya cukup terbuka dengan perubahan, dalam hal ini, saya bisa terbuka menerima atau mengungkapkan sesuatu yang tadinya dianggap tabu. Jika memang secara logis atau ilmiah itu bukan sesuatu yang tabu maka saya akan coba untuk biasa saja (tidak lagi menjadikannya tabu), tapi untuk kondom saya agak ragu. Saya masih belum bisa menerima alasan digencarkannya kondom. Kondom disampaikan sebagai jalan hubungan sex yang aman, dijual bebas dan SIAPAPUN BISA MEMBELINYA, bahkan saya pernah dengar ada anak sekolah yang bukan lagi diperkenalkan namun sudah diajarkan bagaimana memakai kondom. Dan sex bebas, kenapa terasa permasalahannya hanya masalah kesehatan, bukan lagi masalah moral, ah apalagi masalah akhlak dan agama. Im worried.

No comments:

Post a Comment