"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Monday, December 28, 2015

Klise Banget Nanyain Apa yang Sudah Kamu Berikan pada Negara

Tau kata mutiara yang ini kan? "Jangan tanyakan apa yang negara sudah berikan padamu, tapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan pada negara". Lah ya kan negara itu besar, punya banyak sumber daya, kewajibannya emang menyejahterakan penduduknya. Sedangkan rakyat, satu orang apa yang bisa dikasih ke negara? boro-boro, kadang untuk hidup diri sendiri aja harus berjuang ini itu, terus lagi, selama ini yang kita rasakan adalah negara masih belum baik menjalankan tugasnya, masih banyak hak yang seharusnya kita terima tapi dikorupsi sana sini, banyak hukum dibuat berdasar kepentingan pihak-pihak tertentu, negara juga dirasa belum baik memanfaatkan sumber daya yang di miliki, malah sering di kasih ke orang asing. Negara belum total menjalankan kewajibannya sedangkan pajak dari warga negaranya sudah semakin besar. Hmmm tapiii, aku pernah berpikir..

Aku bisa hidup nyaman, tanpa orang yang sok berkuasa, menjajah bahkan bisa saja datang dan menjadikan kita budak, ya juga karena kehadiran negara. Bisa merasakan pendidikan sampai kuliah yang meskipun di masa sekolah katanya gratis tapi masih bayar, namun saat kuliah bisa dapat beasiswa penuh dari pemerintah. Bisa punya akses ke klinik karena pemerintah mendirikan rumah sakit, menempatkan dokter, mengadakan peralatan medis bahkan ada yang mendapat keringan pembayaran melalui jaminan kesehatan masyarakat. Bisa punya akses hiburan ke mall-mall, ke pantai, ke gunung, ke candi, ke tempat perbelanjaan karena negara ngasih anggaran untuk pembangunan infrastruktur. Setiap orang punya kesempatan belajar ke luar negeri bahkan dengan beasiswa penuh (ditanggung juga lagi kebutuhan hidupnya) ya karena negara membentuk sistem itu, punya itikad baik memberikan fasilitas pendidikan setinggi-tingginya, temasuk hal yang sangat dasar yaitu bekerja sama dengan negara lain sehingga kita dipermudah akses ke negara lain. Kalo ada bencana alam, tak sedikit juga bantuan yang datang dari negara, ya meskipun kadang ada juga oknum yang nakal. Kalo kita hidup sendiri atau hanya dengan keluarga, apa bisa kita punya hidup dengan segala fasilitas tadi?

Terus, udah menikmati begitu banyak fasilitas untuk tidak sekedar bisa bertahan hidup namun juga mengembangkan diri bahkan menyejahterakan diri, itikad baik kita apa? huft malah kadang warga negaranya yang jadi sumber masalah karena tidak dapat diajak kerja sama. Diajak bersih dan sehat, buang sampah di mana-mana. Di kasih beasiswa kuliah, masa kuliahnya lebih banyak buat nonton film, beasiswa buat pengembangan diri buat beli segala macem gadjet. Dibangunin jalan biar transportasi lancar malah dibikin tempat parkir. Udah memikmati fasilitas ini itu, masih nuntut ini itu, kadang ada yang memandang pemerintah kita teh semacam setan bahkan mau pindah aja ke negara lain karena calon presiden yang di dukung nggak kepilih, -_- hedew orang tu suka aneh. Yaa paling enggak punya itikad baik lah (yang juga dilakuin ya) untuk memanfaatkan dan menjaga sebaik-baiknya fasilitas yang sudah di berikan, syukur-syukur bisa lebih, bisa andil dalam pengembangan masyarakat, teknologi, politik, pemanfaatan sumber daya alam, pendidikan, atau dari segi manapun. Gitu. Malu ih minta mulu, malu juga udah dapet ini itu terus kabur.[]

No comments:

Post a Comment