"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Wednesday, December 3, 2014

Menanti Cinta

Saya sedang mendengarkan playlist lagu Indonesia saya saat saya mendengar ada lirik yang cukup menggelitik. Judulnya "Menanti Cinta", dinyanyikan oleh Krisdayanti. Saya yakin lagu ini mewakili cukup banyak orang. Terbukti dari banyaknya meme, update status, candaan bahkan postingan mengenai ini, mengenai Penatian Cinta. Apalagi untuk wanita yang sering lebih memilih untuk menunggu pangeran berkuda putih menjemputnya ke pelaminan, aih. Untungnya, wanita ini memiliki lebih banyak rasa malu sehingga sering tak diungkap, berbeda dengan laki-laki.

Unggahan foto liburan berduaan, foto menjadi pendamping wisuda, undangan walimahan, foto akad nikah bahkan unggahan foto anak setelah lahiran. Dari teman sebangku sekolah, teman masa kecil, kenalan diorganisasi atau tetangga kosan. Mungkin akan sedikit mengusik. Terpikir pula jika sudah tingkat akhir kuliah? Katanya, probabilitas mendapat jodoh di kampus itu lebih besar dari pada di luar (ya diluar tetap ada probabilitasnya). Ditambah jika ada pertanyaan mengenai pasangan dari keluarga atau saudara, kalau keseringan menjawab "belum", gatel juga ya. Santai saja, nggak sendirian kog, banyak yang gitu juga #eh.

Menurut saya, adanya rasa terusik itu, benar-benar tidak menunjukkan kalau yang bersangkutan lantas ingin segera mengunggah foto yang sama dengan yang dilihat. Maksudnya belum tentu ingin memiliki komitmen (yang tentu ada konsekuensinya) pada lawan jenis dalam naungan "cinta". Belum tentu lantas ingin segera menikah, apalagi memiliki anak. Coba saja jika Anda termasuk orang-orang yang dinilai galau karena sering bercanda mengenai jodoh, apakah jika saat ini ada laki-laki yang meminang, Anda lantas menerima dan mau menikah meski Anda sreg dengannya? Tak semudah itu saya kira :)

Oke, back to the topic. Ini lirik mengenai "Menanti Cinta"nya Krisdayanti

Sejak lama aku berdiri
Dalam sepinya rongga hati
Tak satu pun guru
Mampu menjawab

Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti
Cinta untukku

Reff:
Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karna luka tersayat
Merana menantikan kisah dan kasih hidupku

Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku

Hanya padaMu ku bertanya
Lewat setiap sujudku ini
Siapakah nanti
Cinta untukku

Wahai penilai hati lihat batinku
Nyaris bernanah karna luka tersayat
Merana menantikan cinta dan kasih hidupku

Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku

Rahasia itu hanya Kau yang tahu
Namun aku tak mau jadi tuna cinta
Namun harus ku ikhlaskan semua nasib cintaku padaMu

Anda dapat mendengarkan lagunya di sini. Coba resapi, apakah lagu ini guwe banget? hehe. Semua selaras, hanya saja saya sedikit terganjal dengan lirik baris ketiga. Kenapa burung? Bukan burung yaa tapi guru mungkin. Kemudian kalimat "Nyaris bernanah karna luka tersayat". Saya rasa terlalu berlebihan, mungkin tepat untuk orang yang telah puluhan tahun berusaha sana sini. Saat meminang, dikatakan belum mapan; Ada yang menawari, saat didatangi ternyata telah dipinang oleh sahabat sendiri; sudah sampai menawarkan diri di media sosial namun yang merespon tidak sesuai harapan; sudah cocok namun terhalang hitungan kejawen; mahar wanitanya tak terjangkau; sudah sepakat tapi harus menunggu kakak perempuan yang ternyata masih single; pas sudah bisa gelar pernikahan, eh BBM naik; dan alasan miris lain yang Sakitnya tuh di siniii.
Sumber gambar: fiksi.kompasiana.com
Atau lebih ngena dengan penggalan lirik lagu Ketika Cinta Bertasbih ini?

Bisikkan doaku
Dalam butiran tasbih
Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta
Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Yang ini bisa didownload di sini. Ya ya ya. Semoga setiap dari kita dipertemukan dengan jodoh kita secepat yang kita minta, namun tentu Tuhan lebih tahu yang terbaik. Semoga dengan orang yang tepat dan diwaktu yang tepat pula. Semoga segala kesabaran menjadi catatan kebaikan dan ujung penantian juga merupakan pintu keberkahan yang lebih dan lebih lagi. Aamiiin.

No comments:

Post a Comment