Sering terngiang pernyataan Gus Dur yang kala itu menyarankan pembubaran anggota dewan. Seperti anak TK katanya. Meskipun perlu pemikiran seribu kali jika saran tersebut harus diambil, saya sering ingin mengiyakan penyamaan tadi. Bagaimana tidak, entah memang sejak dahulu atau baru-baru ini (beberapa bulan ini maksudnya, dulu semasa kecil saya tidak menyukai program berita), kelakuannya suka aneh-aneh. Seperti berita heboh saat DPR memiliki "dua palu". Heran saat mendengar berita yang isinya banting meja, walk out, ricuh, terbagi dua kelompok, sering ada kondom di tempat sampah, tamu wanita nggak jelas, liat gambar porno di ruang rapat, tidur saat rapat, kicauan kasar di twitter, ngotot, korupsi dan berita lainnya. Jika hanya melihat dari sisi ini, memang seperti melihat anak-anak TK. Dewasa memang bukan perkara umur.
Ricuh saat rapat bahkan sampai banting meja. Kabar tidur juga sering. Kepagian bangun? itu.. karena harus ngonde rambut dulu, hehe. Mm mahasiswa juga sering tidur di kelas, alasannya bisa jadi semalam begadang (mengerjakan tugas, menonton film, dll), suara dosen kurang terdengar (bisa memang karena suara dosen, pengeras suara yang kurang bagus atau desain ruangan yang tidak tepat), atau bisa juga karena materinya yang kurang menarik. Yaa sama halnya dengan anggota dewan, kemungkinan alasannya bisa sama dengan mahasiswa yang tidak fokus di kelas tadi. Lihat saja ruang rapat DPR, saya dapat bayangkan kondisinya. Ruangan besar, kursi empuk, jarak antar spot cukup lebar, dingin AC, pembicara di depan jauh sehingga nampak kecil. Kondisi yang cukup mendukung untuk terlelap. Apalagi jika tidak ada kepentingan (antusias) terhadap topik bahasan.
Tak ada asap jika tak ada api. Berita-berita miring tentu ada karena kelakuan-kelakuan yang secara umum dianggap tak ideal. Dan adanya kelakuan tak ideal tentu karena ada oknum yang sangat masih harus introspeksi diri, bahwa ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan bersama hak fasilitas ini itu, gaji dan tunjangan yang telah diterima. #janganmaunyamenikmati. Saya rasa, jika orientasinya satu tujuan, beragam benturan dapat dengan jauh lebih mudah diharmonikan. Satu tujuan, kepentingan rakyat. Saya percaya masih banyak diantara mereka yang pontang-panting, begadang, menghabiskan tenaga dan pikiran untuk memberikan yang terbaik atas apa yang menjadi tanggung jawab mereka. Semoga dimudahkan dan terganti dengan yang jauh lebih baik.
![]() |
Sumber gambar: sidomi.com
|
![]() |
| Sumber gambar: islamedia.co |
Jika anggota-anggota dewan seperti dua wanita di atas dan seperti laki-laki di bawah ini. Terbayang, apa mungkin kelakuan-kelakuan anak TK bisa terjadi di ruang rapat? Sepertinya akan jauh lebih damai ya :).
![]() |
| Sumber gambar: nasional.news.viva.co.id |






No comments:
Post a Comment