Mungkin, detik yang "dimiliki" oleh setiap penonton dalam film, drama atau sejenisnya itu berbeda-beda. Detik yang guwe banget. Entah itu karena pernah mengalami, merasa diingatkan, merasa jleb, menguak kenangan, atau apapun.
Seperti saya yang terhenyak saat Cinta dalam film AADC hanya menjawab dengan tangisan kala ditanya oleh teman-temannya ia menyukai Rangga atau tidak. Atau seperti adegan Azam dalam film KCB yang bersujud syukur seraya berucap "aku lulus". Tak dapat di rasakan? wajar. Ya, karena latar belakang dan pengalaman setiap orang berbeda dan itu yang juga akan menentukan di mana sudut pandang setiap orang saat mengikuti sebuah cerita.

No comments:
Post a Comment