Kalian membuat kami tak enak makan, pun tak bergairah berbelanja keinginan. Membuat kami menyesal menenteng beberapa kresek makanan penyesak perut, pun menyesal telah memenuhi troli belanja kami dengan kelupaan diri. Membuat kami merasa bersalah saat membuang sisa makanan yang kami anggap tak enak lagi, pun saat membuang belanjaan yang telah kadaluarsa, tak terpakai bahkan terlupa. Bagaimana tidak? Perut kami manja. Tak mau makan secukup kenyang. Nafsu kami memburu. Menuruti keinginan mata membeli ini itu. Belagak punya uang. Padahal uang beasiswa dari negara. Uang yang sebenarnya, kalian juga berhak menikmatinya. Tapi kalian mau mengais sampah. Memilih mana yang bisa berubah menjadi nasi. Tapi kalian mau jualan ecek-ecek sepenuh hari padahal jika sehari tak laku, sehari pula tak makan. Teringat satu warta, bisa jadi uang kalian lebih banyak dari kami. Kalian menabung. Tapi kalian tetap sederhana, tak lantas memanjakan perut dan mata. Terima kasih telah selalu mengingatkan kami. Mengingatkan kami, bahwa kami hidup harus bijaksana.
 |
| Sumber gambar: gerak-nafas.blogspot.com |
 |
| Sumber gambar: gerak-nafas.blogspot.com |
 |
| Sumber gambar: dzihrina.wordpress.com |
No comments:
Post a Comment