"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Monday, September 29, 2014

Pacaran itu... Geuleuh #3 - End

Selain yang katanya untuk motivasi belajar dan untuk lebih mengenal lawan jenis, mungkin masih ada alasan lain yang dimiliki mereka yang memilih untuk pacaran. Sebagai jalan memilih pasangan hidup mungkin, atau sekedar temen curhat? apapun itu. Sungguh saya ingin mengatakan pada mereka: bilang aja pengen.

Sebenarnya apa sih yang ada pada pacaran sehingga ia begitu meng-geuleuh-kan? Pertama ya memang karena niat atau alasan yang tidak jelas tadi. Dan yang jauh lebih penting adalah mengenai apa yang dilakukan saat kegiatan pacaran, yang nyata, sering pula diisi dengan hal-hal yang diinginkan (oleh mereka dan setan) atau kegiatan-kegiatan menggeuleuhkan lain seperti smsan alay. 

Sering kita dengar orang mengatakan bahwa pacaran itu haram, dosa. Saya tidak pernah mengatakan bahwa pacaran itu haram. Saya rasa kalimat tersebut tidak dengan to the point menyampaikan sebenarnya apa yang menjadikan pacaran dipandang tidak baik terutama dari sisi agama. Pada kenyataannya tidak ada istilah pacaran dalam agama sehingga tidak ada pula ayat yang langsung menyebut kata pacaran.

Yang baik atau tidak baik, yang boleh atau tidak boleh itu bukan statusnya, berstatus pacaran atau tidak. Namun sikapnya, bagaimana interaksi mereka sebagai lawan jenis yang tidak halal. Pacaran atau bersikap seperti pacaran, sama saja. Cuma temen kog, temen tapi mesra, hubungan tanpa statusInteraksi yang pada dasarnya dimotori oleh nafsu atau tidak. Nafsu main berduaan, nafsu pegang-pegangan, nafsu smsan dari bangun sampai tidur, telefonan, hampir tiap hari pulang malam, makan malem bareng, nafsu ingin memiliki dan nafsu-nafsu geuleuh yang lain. 

Jadi kalau nggak ngapa-ngapain seperti yang disebutkan sebelumnya, nggakpapa pacaran? ya nggakpapa, tapi ya ngapain pacaran kalau nggak ngapa-ngapain -_-. Sekali lagi, yang dipermasalahkan itu bukan perkara status, namun interaksi antara dua sejoli yang bukan mahram. Tak penting bagaimana status mereka.

Kawan, pendamping hidup bukanlah perkara yang sepele. Jika kau sedang perpacaran dengan seseorang, entah itu status maupun sikap, pikirkanlah kembali. Benar maukah kau menjadikan ia suami/istrimu? Tidak takutkah kau jika ada orang yang lebih baik dari yang sedang bersamamu ingin mendekat padamu namun menjadi enggan karena melihat kau sedang "bermesraan" dengan yang lain? Yakinkah kamu Allaah akan lebih berpihak padamu daripada pada mereka yang selalu menahan diri? Apa yang kita tanam, itulah yang kita dapat pertik. Allaahu a'lam.

No comments:

Post a Comment