Tahan, sedikit lagi, sedikit lagi, nggak boleh berhenti, tahan-tahan dan tahan. Tetaplah melaju, hilangkan pikiran untuk berhenti atau kau akan kalah dan menyesal.
![]() |
| Sumber: http://mahasiswaindonesia.com/ |
Saat tingkat pertama, salah satu mata kuliah yang wajib saya ikuti adalah Olahraga. Penilaian praktik diperoleh dari lari. Jika ingin memperoleh nilai terbaik, enam kali putaran track lari Saraga tidak boleh lebih dari sekian menit (saya lupa tepatnya). Saat itu saya takut tidak lulus karena saya sangat malas jika harus capek. Ini diawal saya masuk kuliah. Diajak jalan dari depan sampai belakang kampus yang bisa ditempuh lima menit saja, setiap waktu saya mengharapkan perjalanan dapat segera berakhir.
Saya hanya ingin bercerita bahwa betapa malasnya saya untuk capek lari namun saya harus memaksakan diri saya untuk memenuhi target karena tak ingin tak lulus dan harus lebih lama lagi merasakan yang namanya lari di bawah tuntutan. Dari beberpa kali latihan dan ujicoba tes bahkan sampai tes lari, saya mendapat beberapa pelajaran yang bagi saya itu sangat berarti dan sungguh dapat diterapkan dalam keseharian, terutama kehidupan kuliah yang menurut saya, seringkali melelahkan.
Kamu akan berlari cukup lama, jadi atur baik-baik tenaganya. Jika kamu terlalu kencang di awal, di tengah perjalanan kamu akan sangat capek bahkan bisa jadi tak kuat lagi sebelum finish. Jika kamu terlalu lambat di awal, teman yang lain akan punya banyak tabungan jarak sehingga mereka akan lebih berada didepan dan kamu telah menyia-nyiakan kesempatan berada lebih di depan.
Kamu akan berlari cukup lama, jadi atur baik-baik tenaganya. Jika kamu terlalu kencang di awal, di tengah perjalanan kamu akan sangat capek bahkan bisa jadi tak kuat lagi sebelum finish. Jika kamu terlalu lambat di awal, teman yang lain akan punya banyak tabungan jarak sehingga mereka akan lebih berada didepan dan kamu telah menyia-nyiakan kesempatan berada lebih di depan.
Ketika kamu sudah sangat lelah di tengah perjalanan dan kamu sangat ingin beristirahat dengan menurunkan kecepatan melangkah, kamu tak boleh melakukannya. Kamu harus menahannya. Rasa yang paling sulit untuk di tahan bukan rasa lelahnya namun keinginan untuk berhenti atau mengubah lari menjadi berjalan. Sedikit saja menuruti nafsu itu, akan sangat sulit untuk kembali. Sesuai dengan pelajaran fisika, energi yang diperlukan untuk melaju dari keadaan diam akan jauh lebih sulit dari pada mempertahankan benda agar tetap melaju.
Tahan, sedikit lagi, sedikit lagi, nggak boleh berhenti, tahan-tahan dan tahan. Tetaplah melaju, hilangkan pikiran untuk berhenti atau kau akan kalah dan menyesal.

No comments:
Post a Comment