Pernahkah bertanya, Mengapa prestasinya begitu gemilang? padahal ketika ujian dia bisa membuka semua catatan diam-diam. Padahal aku, telah bertahun-tahun dapat menjaga diri untuk tidak mencontek. Mengapa jodohnya nampak lebih dekat? padahal ia tak malu mengumbar kemesraan dengan yang bukan mahramnya. Padahal aku, selama bertahun-tahun dapat menjaga diri untuk tidak berlebihan berinteraksi dengan lawan jenis.
Belum berhasil pulakah hati untuk menuruti apa kata logika? Prestasinya gemilang mungkin memang karena belajarnya lebih getol. Kamu yang harus berusaha lebih lagi. Masalah dia mencontek, tak usah risau! Nilai yang lebih bagus belum tentu menggambarkan keberkahannya. Tentu yang diperoleh dengan cara yang baik hasilnya akan lebih berkah.
Jodohnya nampak lebih dekat? lebih dahulu menemukan jodoh tak menjamin kebersamaan mereka lebih bahagia. Kita tak tahu apa yang terjadi di antara mereka. Jika kau tanya pada Allaah manakah yang Allaah lebih sukai, orang yang menjaga diri atau memuaskan hasrat bersama yang bukan mahram, tentu kau tahu jawabannya. Allah sedang merencanakan yang lebih indah untukmu.
Bertahan dengan cara yang baik adalah yang terbaik. Bertahanlah. Jika manis tak kunjung datang, maka semakin lama ia datang semakin manis ketika ia datang. Kita tak tahu kapan tapi pasti ada. Semakin lama semakin manis dan semakin manis. Tak usah iri dengan kebahagiaan sesaat.
Tak boleh iri. mmm..., by the way Jika manusia boleh meminta, mungkin semua orang ingin terlahir dengan hati yang sempurna. Hati yang bersih tanpa kotoran. Hati yang tak bernoda. Hati tanpa iri. Namun jika demikian, mungkin hidup terlalu mudah. Noda-noda tadi bisa jadi ada dengan suatu maksud. Mungkin untuk mengujimu atau memberikan ladang kebaikan. Sekali lagi, selalulah melatih diri untuk bertahan. Bertahan dengan cara yang baik untuk memperoleh hasil yang baik meskipun entah kapan manisnya akan terasa.

No comments:
Post a Comment