![]() |
| Sumber gambar: www.dream.co.id |
Dari media sosial, saya mendapat cerita ini. Tentang seorang kakek yang fotonya ada samping. Ceritanya, kini beliau mencari uang dengan menawarkan jasa timbangan keliling. Timbangan berat badan. Penawaran yang saya yakin kita ragu ada pasarnya. Harganya seikhlasnya. Beliau dahulunya seorang veteran. Saya langsung menangkapnya sebagai orang yang dahulu ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Saya yakin cerita sedih kehidupan masa kini dari orang-orang yang dahulunya pejuang tak hanya dari kakek tadi. Banyak. Termasuk kakek saya. Dari ibu, saya tahu bahwa kakek saya dahulu seorang tentara. Bukan pekerjaan beliau saya kira namun kegiatan beliau. Maksud saya, prajurit negara tanpa imbalan. Ibu saya bilang, sudah angkatan bersenjata, Kakek saya dulu sewaktu masih hidup juga kerap menceritakan massanya dahulu saat orang-orang belanda masih di sini, di bumi kita.
![]() |
| Sumber: http://asepsaepulbahri.files.wordpress.com/ |
Cerita kakek saya di masa tuanya tak semiris kakek yang tadi. Di hari tuanya, kakek saya setiap hari ke ladang. Pagi dan sore. Sering juga saya lihat menggembala bebek. Belum di rumah masih mengerjakan ini itu untuk melengkapi kebutuhan. Nenek saya pun begitu, banyak sejali pekerjaan yang harus diselesaikan setiap harinya. Saya iba melihatnya. Mengapa masih bekerja keras? mengapa masih capek-capek?
Ya, harapan saya, semua orang dapat menikmati masa lansianya. Menikmati jirih payahnya selama tenaga mereka masih penuh dahulu. Duduk leyeh-leyeh sambil menikmati udara segar. Menonton TV sambil minum teh dan kudapan hangat. Bercengkerama ramai dengan cucu-cucu yang lucu. Pergi ke masjid dan bercerita bersama teman-teman lama. Namun apa daya? mungkin tak mungkin. Semoga saja dapat.
Pahlawan. Bisa kita sebut mereka demikian? di massanya dulu, sangat mungkin mereka ikut dalam upaya mengusir penjajah. Penjajah yang membuat kita tak tenang menjalani hari-hari. Menuntut ilmu, bermain, melepas anak-anak bermain, bekerja dan terutama beribadah. Begitu besar jasa mereka yang membebaskan seluruh bangsa Indonesia dari rasa cemas setiap menjalani rutinitas tadi.
Apa yang bisa kita lakukan? minimal dan yang paling bermanfaat adalah do'a. Dan tentu memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang telah mereka perjuangkan. Apa yang kita peroleh kini dari Indonesia, hendaklah dipikirkan bagaimana agar dapat kembali pada bangsa Indonesia, bukan untuk kepentingan diri semata atau bahkan orang asing. Dapat melalui orang-orang disekitar kita dan dari hal yang kecil.
Do'a. Pahlawan yang telah gugur tak memerlukan apapun lagi selain doa. Gelar kehormatan, makam yang indah, dibuatkan monumen, nama jalan, nama bangunan, saya rasa tak akan bermanfaat pada mereka. Atau heningan cipta saat upacara berikut nyanyiannya? mereka butuh doa.
Allaah, ampuni dosa-dosa para pahlawan yang telah gugur mendahului kami. Juga pahlawan yang masih hidup yang mungkin sedang menikmati kebobrokan mereka karena tenaganya telah ia kerahkan untuk mengusir kedzaliman, mengusir penjajah. Bahagiakan mereka Allaah, di dunia dan lebih-lebih di akhirat. Karena mereka, kini kami dapat beribadah dengan tenang dan dapat menuntut ilmu dengan berani. Tempatkan mereka di Syurgamu ya Allaah. Pun jadikan kami orang-orang yang dapat memanfaatkan apa yang telah mereka perjuangkan dengan baik. Menikmatinya untuk memakmurkan bumi ini. Aamiiin.
Ya, harapan saya, semua orang dapat menikmati masa lansianya. Menikmati jirih payahnya selama tenaga mereka masih penuh dahulu. Duduk leyeh-leyeh sambil menikmati udara segar. Menonton TV sambil minum teh dan kudapan hangat. Bercengkerama ramai dengan cucu-cucu yang lucu. Pergi ke masjid dan bercerita bersama teman-teman lama. Namun apa daya? mungkin tak mungkin. Semoga saja dapat.
Pahlawan. Bisa kita sebut mereka demikian? di massanya dulu, sangat mungkin mereka ikut dalam upaya mengusir penjajah. Penjajah yang membuat kita tak tenang menjalani hari-hari. Menuntut ilmu, bermain, melepas anak-anak bermain, bekerja dan terutama beribadah. Begitu besar jasa mereka yang membebaskan seluruh bangsa Indonesia dari rasa cemas setiap menjalani rutinitas tadi.
Apa yang bisa kita lakukan? minimal dan yang paling bermanfaat adalah do'a. Dan tentu memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang telah mereka perjuangkan. Apa yang kita peroleh kini dari Indonesia, hendaklah dipikirkan bagaimana agar dapat kembali pada bangsa Indonesia, bukan untuk kepentingan diri semata atau bahkan orang asing. Dapat melalui orang-orang disekitar kita dan dari hal yang kecil.
Do'a. Pahlawan yang telah gugur tak memerlukan apapun lagi selain doa. Gelar kehormatan, makam yang indah, dibuatkan monumen, nama jalan, nama bangunan, saya rasa tak akan bermanfaat pada mereka. Atau heningan cipta saat upacara berikut nyanyiannya? mereka butuh doa.
Allaah, ampuni dosa-dosa para pahlawan yang telah gugur mendahului kami. Juga pahlawan yang masih hidup yang mungkin sedang menikmati kebobrokan mereka karena tenaganya telah ia kerahkan untuk mengusir kedzaliman, mengusir penjajah. Bahagiakan mereka Allaah, di dunia dan lebih-lebih di akhirat. Karena mereka, kini kami dapat beribadah dengan tenang dan dapat menuntut ilmu dengan berani. Tempatkan mereka di Syurgamu ya Allaah. Pun jadikan kami orang-orang yang dapat memanfaatkan apa yang telah mereka perjuangkan dengan baik. Menikmatinya untuk memakmurkan bumi ini. Aamiiin.


Malam ini, saya menonton acara yang menghadirkan veteran yang dimaksud di sini. Nama beliau Emin Dudung. Alhamdulillaah masih ada yang mengurus yaitu anak-anak beliau. Kegiatan beliau yang berkeliling menawarkan timbangan dapat dikatakan merupakan kegiatan yang memang beliau inginkan. Tak betah jika harus duduk diam, inginnya bergerak aktif seperti masa dahulu.
ReplyDeleteYa kegiatan yang mungkin sedikit "nyeleneh" ini karena beliau yang sudah senja. Beliau lahir 1931. Empat tahun lebih dahulu dari kakekku yang telah meninggal sekitar dua tahun lalu. Tentang pensiunan, untuk kakek saya juga katanya pernah ada, namun kakek saya menolak karena suatu alasan. Aki Emin juga, katanya sempat ada tawaran, namun harus membayar terlebih dahulu untuk biaya mengurusnya sehingga tak beliau ambil.
Semoga tetap menjadi pengingat untuk kita akan jasa orang-orang masa lalu.