Bagi saya pribadi, dua kata peringatan tersebut tak lebih baik dari kalimat peringatan sebelumnya. Terasa terlalu jauh antara rokok dan pembunuh, antara rokok dan kematian. Terkena kanker, serangan jantung, terutama impotensi dan gangguan kehamilan dan janin terasa lebih menakutkan. Lebih menakutkan karena terasa lebih dekat dibanding dengan kematian.
Saat lebaran tahun ini, saya baru tahu, ternyata sekarang setiap bungkus rokok dilengkapi dengan gambar penyakit yang dapat muncul akibat merokok. Seperti apa gambarnya, dapat dilihat dibungkus-bungkus rokok yang sering kita temui atau dapat mencari di mesin pencarian di dunia maya. Mengerikan, menurut saya. Sangat berani membuat dan melaksanakan aturan tersebut.
Jika melihat lingkungan sekitar saya, perokok apalagi perokok berat (sepertinya) tak terpengaruh pada gambar tersebut. Merokok tetap menjadi kebutuhan bukan hal yang menakutkan. Namun saya yakin, tetap ada efek positif yang ada. Jika tidak terlalu signifikan pada perokok yang sudah kecanduan, setidaknya pada mereka yang belum, yang berpotensi untuk coba-coba. Untuk remaja yang belum ketergantungan pada rokok misalnya.
Saya berharap angka konsumsi rokok lambat laun akan menurun hingga nilainya sangat kecil bahkan nol. Sama sekali tidak ada manfaat yang ada dari merokok. Malah banyak masalah yang dapat muncul. Dari isu kesehatan baik bagi konsumen maupun orang-orang disekitarnya (perokok pasif) sampai kehidupan rumah tangga. Perokok berat tak hanya dari kalangan berduit namun juga yang ekonomi pas-pasan. Rokok tidak murah. Sering hal ini memicu pertengkaran antara suami dan istri karena suami banyak menghabiskan uang untuk rokok padahal untuk kebutuhan sehari-hari masih harus pontang-panting sana sini.[]
No comments:
Post a Comment