Pernah saya mendapat nasihat dari seorang teteh. Kala itu saya tahu maksud teteh tersebut, namun tak begitu dapat merasakannya. Tentang bagaimana perasaan pasangan halal kita nanti jika ia tahu bahwa kita pernah sangat menyita waktu kita untuk memikirkan seseorang yang bukan ia. Benar, masa lalu adalah masa lalu, bukan masa kini dan masa depan. Perasaan di masa lalu bukan perasaan kini dan bukan perasaan nanti. Belum tentu sama.
Banyak orang dapat dengan mudah menerima bahwa ternyata pasangan mereka kini, dahulunya memiliki cerita cinta dengan yang lain. Meski demikian, tak mudah bagi sebagian orang untuk juga legowo saat melihat bukti yang masih ada. Itu memang masa lalu, namun rasanya... mm... ah saya tak tahu kalimat yang tepat untuk menggambarkan. Yang jelas ada rasa kecewa, mungkin cemburu, mungkin juga rasanya seperti menjadi alternatif. Kamu akan paham mungkin juga dengan merasakannya. Namun jangan, rasanya tak nyaman sama sekali, percaya saja.
So, hapus semua "notes" curhat galaumu tentang yang dulu. Hilang rasa dan hapus ceritanya. Yakinkan pasanganmu bahwa hanya dialah yang kini memiliki hatimu, yang akan selalu mengisi cerita cintamu. Ia adalah cinderella/pangeranmu, tidak ada yang lain, tak sedikitpun untuk yang lain.

No comments:
Post a Comment