"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Tuesday, March 26, 2013

Bagaimana ya orang lain menilaiku?

Seringkah kamu berada di depan cermin kemudian bertanya, wajahku sebenernya kayak gimana ya? Orang mengenaliku dengan wajah yang seperti apa? Aku sering melakukannya. Sejak dulu sekali. Tapi aku tidak ingat tepatnya dari kapan. Meskipun saat becermin aku bisa melihat wajahku, meskipun banyak foto diri yang bisa aku lihat, aku tetap tak bisa dengan mudah membayangkan wajahku. 

Sumber : Blogtokwan.blogspot.comAku tak tau bagaimana wajahku pada setiap ekspresi yang berbeda. Aku tidak tahu wajahku saat berbicang dengan teman-temanku. Apakah ekspresiku pada orang lain lebih sering bagus dipandang? atau sebaliknya. Apakah ekspresi wajahku membuat kebagusan rupaku berkurang dibanding ekspresi terbagus yang aku miliki? Karena aku bukan termasuk orang berkulit putih atau kuning, aku sering berpikir, sehitam apakah sebenarnya kulitku? kalau dibanding si A putihan siapa ya? kalau sama si B? Apa ketidakputihan wajah bisa sangat berpengaruh terhadap kebagusan rupa?Aku belum bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku. ah sebenarnya itu pertanyaan yang abal-abal. Sekarang, setelah umur udah berkepala dua, memang kadang masih terpikirkan, tapi sudah luntur. Banyak hal yang lebih patut untuk dipikirkan di usiaku sekarang.


Hal yang sama aku rasakan terhadap perilakuku. Sering terpikirkan bagaimana orang memandang kepribadianku. Apakah saya orang yang menyebalkan, menyenangkan atau biasa-biasa saja. Terkadang aku menerkanya. Menerka melalui interaksi yang kami lakukan.

Ada temen sekamar yang aku jarang banget ngajak dia ngobrol. Terkaanku, dia pasti memandang aku sebagai orang yang cuek, nggak supel, bisa jadi nyebelin dan galak. Aku sedikit tidak sreg karena beberapa sikapnya. Tapi jujur, sebenernya aku menyayangi dia, ingin bisa membantunya, ingin berbaur dengan dia. Ya, tapi keseharian yang sering membuat aku nggak nyaman menyebabkan aku untuk bersikap nyebelin tadi.

Aku jadi teringat akan bete-nya aku, sebelnya aku, sama orang yang selalu berkomentar akan banyak hal. Tapi kalo dipikir, dia berkomentar pasti ada sebabnya. Ada hal yang membuatnya tergerak untuk berkomentar, mungkin ada sesuatu yang salah. Jika itu ditujukan untuk hal-hal negatif/kesalahan/kekurangan, kemungkinan memang ada sesuatu yang salah.

Jika dia banyak komplain/komentar yang bikin kita sebel, bisa jadi dia juga sebel karena kita banyak kekurangan yang membuat dia komplain/komentar ke kita.[]

No comments:

Post a Comment