"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Thursday, March 21, 2013

You are Completely Beautiful #4 : Membangunkan Saudara dari Tidur pun Ada Etikanya

Pada part 2 tulisan saya, pada paragraf terakhir saya menyebutkan adanya etika dalam meminta orang lain untuk bangun tidur. Saya jadi tertarik untuk sedikit bercerita terkait hal tersebut.

Membangunkan orang lain dari tidur

Apa yang saya tulis kali ini lebih kepada masalah yang saya miliki. Masalah yang saya rasakan 9 bulan terakhir.
Saya merasa bersalah kepada 3 orang teman sekamar saya, karena setiap dari mereka pernah mendapat kata-kata yang menurut saya kurang enak dari saya, yaitu saat mereka membangunkan saya. Kata-kata itu spontan saya lontarkan. Setelah beberapa lama pasti saya menyesal telah melakukannya.Entah mengapa, saya sangat sensitif masalah ini. Saya mudah sekali marah jika orang lain membangunkan saya dengan cara yang membuat saya tidak nyaman.Seperti isya hari ini, ada yang membangunkan saya "Susi, Ayo banguuun, uda adzan lho!" dengan nada yang sebenarnya asyik sambil ia berjalan. Seketika saya bete. Tapi ya, trus mau apa? cuma bisa diam.

Setelah saya renungi dari pengalaman, saya tidak nyaman ketika orang membangunkan saya dengan nada tinggi. Nada berbicara keseharian bisa menjadi nada yang tinggi untuk mereka yang sedang tidur. Juga ketika ia membangunkan saya sambil melakukan hal lain, termasuk BERJALAN. Cara sejati saya membangunkan orang lain adalah dengan mendekat ke orang tersebut dan mencoba berbicara perlahan. Sepertinya itu juga yang saya harap sehingga orang yang membangunkan tidak terkesan tinggi hati karena cara membangunkan yang kurang baik.

Karena ketidaknyamanan saya, sering saya pura-pura tidur ketika orang membangunkan saya dengan cara yang dari sudut pandang saya, kelewatan. Contoh yang sering saya dan teman-teman alami adalah dibangunkan dengan diteriaki dari pintu. Rasanya bete. Tapi saya selalu ingat bahwa mood saat bangun bisa terbawa selama seharian. Jadi selalu dicoba untuk menghilangkan muka masam.

Dibangunkan dengan cara yang nggak nyantai (nada perintah misal) sering menimbulkan kesan bahwa dia (yang membangunkan) bersikap sombong atau underestimate kepada yang dibangunkan, seolah sedang membangunkan pemalas yang merepotkan. Dibohongi saat dibangunkan juga bisa membuat saya sakit hati.

Pernah suatu saat, saya menyaksikan seseorang membangunkan teman sekamar saya. Ia masuk dengan cepat, kemudian dengan nada menyemangati orang yang sedang bertanding ia meminta teman saya  untuk bangun sambil menggoyang-goyang tempat tidur. Saya takut, seketika saya ke kamar mandi dan sedikit menangis.

Terkadang saya tergoda untuk melakukan hal yang sama dengan yang orang lain lakukan. Saya tergoda untuk membangunkan mereka seperti mereka membangunkan saya, tapi ternyata saya tidak nyaman. 

Saya selalu merasa, orang yang memiliki perasaan seperti ini hanyalah saya, hal yang seharusnya tidak dimiliki orang. Saya juga berpikir, mungkin setiap orang punya cara yang ia merasa nyaman dibangunkan dengan cara tersebut. Cara saya membengunkan orang lain yang saya anggap sudah baik barangkali masih dirasa kasar bagi orang lain. Perlukah setiap orang saya tanyai bagaimana saya harus membangunkan mereka? sempat saya berpikir seperti itu.

Sharing ini saya maksudkan agar kita dapat berpikir bahwa hal kecil, yaitu membangunkan orang ternyata bukan hal yang bisa kita lakukan seenak kita. Bahasanya, ada seninya tersendiri. Mari selalu perbaiki perilaku kita.[]

2 comments:

  1. Jleb!!! T_T
    Nyesel baru baca.. >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dulu berpikir yang macam-macam say,

      Delete