![]() |
| Sumber gambar: thecorbuzier.com |
Yes exactly. Im little bit regret to just know this several years lately. Was it in my SMA? I often saw in TV that some children and also adult, especially in other country, have unique ability like cooking or make certain handicraft professionally. It become great job, unique and prospective business. Yes, because everyone is a genius. They have their own talent.
Mungkin, mungkin saya termasuk korban dan berpotensi menjadi tersangka. Selama bertahun-tahun, saya tidak mengetahui ada yang namanya seni yang juga bisa menjadi masa depan. Saya pikir, masa depan adalah matematika, IPA, Bahasa, dan semua mapel yang menjadi ujian nasional. Mengapa di sini, semua anak harus jago matematika. Kalo nilai raport aka akademik nggak bagus, itu memalukan. Mungkin sih sebenarnya orang tua atau orang-orang nggak nuntut-nuntut amat, tapi penyampaian mereka yang sering membandingkan nilai/rangking dengan dalih untuk memberi motivasi, bisa jadi justru malah menjadikan anak believe that they are stupid. Ya, orang tua mereka mungkin juga adalah korban yang kemudian menjadi pelaku. Mereka tak tahu. Mereka juga tak tahu ada kecerdasan diluar kecerdasan mapel raport. Bukannya harus ditinggalkan, pengetahuan dasar matematika, IPA, IPS, bahasa, dll juga penting, tapi jika memang bukan bidangnya, ya sudah cukup paham aja tak perlu jago. Berikan kesempatan untuk mencoba banyak hal, kemudian memilih ingin menjadi best actor di mana, dengan tetap memastikan hal-hal dasar dalam kehidupan juga ia pahami. So now, you, as the victim, believe it, you have your own talent that make you a great human being same as others, but in different way.

No comments:
Post a Comment