![]() |
| Sumber gambar: http://statis.dakwatuna.com |
Suatu hari, saya berbelanja di supermarket, saya melihat seorang wanita sedang hamil (berpakaian minim *nggak penting sih) bersama ibunya (ya atau mertuanya lah). Mendorong troli belanja dan mengambil belanjaan sesukanya, terkadang nampak paras ketus *nggak penting lagi. Entah ada hubungannya atau tidak, seketika saya lantas berpikir.. mm bukan menduga-duga bagaimana mereka yang saya lihat, namun tiba-tiba saya membayangkan, rasanya-rasanya lebih membanggakan ya menjadi wanita mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Berbelanja dengan uang sendiri, tidak merepotkan orang lain, tidak serta merta memakan jirih payah orang lain.
Dalam konteks seorang istri, saya pikir hanya nyaman menggunakan uang suami untuk keperluan rumah tangga, bukan belanja pribadi seperti memenuhi kebutuhan keluarga ayah ibu, adik-adik, ponakan, beli baju, tas, liburan, jajan, dll. Kita bebas membelikan orang-orang sesuatu yang ingin kita beri dengan uang sendiri. Tentu yang juga harus digaris bawah adalah bahwa kemandirian itu bukan alat untuk menuntut macam-macam pada suami, bukan excuse untuk melalaikan atau meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri, apalagi seorang ibu. :)

No comments:
Post a Comment