"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Tuesday, January 20, 2015

Dear Amanah, Maafkan aku...

Aku tahu, banyak yang terlalai, banyak yang tercecer.
Bukan aku lupa atau tak tahu, sungguh selalu sadar.
Meskipun satu menit terlambat akan pesan kedatangan.
Meskipun satu rupiah memegang yang harus disampaikan.
Meskipun ambil predikat tak berikut tanggungjawabnya.
Tentu malu. Tervonis tanpa didakwa. Membayangi langkah.
Memang, satu menit itu bisa dikomunikasikan, satu rupiah itu bisa diberitahukan, membuka diri untuk tanggungjawab.
"Tak ada asap jika tidak ada api"
Namun akan selalu salah jika api-nya tak kau jelaskan.
Bahkan si pemercik api, tak akan tahu tanpa keterbukaan, tak akan salah tanpa teguran.
Atau mungkin, ini hanya masalah kedewasaan? ah, hanya?
Amanah..
Aku mohon, jangan beratkan aku di hari nanti pun di hari ini, aku akan berusaha, maafkan aku..
Sumber gambar:m-aulia-r.blogspot.com

No comments:

Post a Comment