Lagi-lagi terngiang satu nasihat. Sekilas cerita dosen beberapa semester lalu, di sela kuliah. Kalo sedang kerja kelompok, salah seorang keluar dan tidak ada efeknya, berarti dia tidak berguna untuk kelompok itu. Pikiranku membuat itu lebih dari sekedar satu kalimat. Ya, manusia hidup memang tak bisa sendiri. Saling membutuhkan. Dari sekolah hingga kuliah selalu tersisip materi untuk melatih siswa atau mahasiswanya untuk dapat bekerjasama. Juga tentang bagaimana manusia harus tolong-menolong, mau direpotkan. Hal yang wajar jika dalam satu kelompok, ada gerutu, ada kekurangnyamanan, ada yang lebih direpotkan bahkan sedikit perselisihan. Its happens in almost team. Semua manusia yang diberi nurani, sepakat tanpa musyawarah bahkan tanpa begitu memikirkan, memakluminya.
Namun ada satu kondisi yang aku khawatir itu ada padaku, yang jika aku keluar dari satu kelompok, tidak ada efeknya. Sebut saja sesuatu itu dengan kata "benalu". Menerima manfaat dengan tidak memberi manfaat atau yang lebih mengerikan jika ia malah hanya membebani. Dalam beberapa situasi, aku gusar, adakah aku benalu? bisakah aku melepaskan diri? katakan padaku, bagaimana aku bisa memberi manfaat padamu! jangan diam saja dan membuat aku di posisi yang aku sendiri membencinya! jangan tempatkan dirimu pada bawang putih, aku bukan bawang merah. Atau terkadang, Jangan paksa aku untuk bergabung! Buah simalakama. Bukan aku tak punya kemerdekaan, aku hanya tak nyaman berontak padamu! Kau bukan berhasil membujukku, kau hanya berhasil mengahiri bujukanmu! Maafkan aku. Maafkan aku untuk yang aku pernah sangat merepotkanmu atau mengambil manfaat darimu padahal kau tak mengizinkan.
Seorang pemuda berumur matang, dengan sangat nyaman hidup di rumah kakaknya yang memiliki empat orang anak yang masih harus di hidupi. Yang istri kakanya bahkan harus berkeliling memunguti sampah plastik untuk di jadikan bahan bahar tungkunya. Bekerja apapun setiap hari untuk secukup nasi setiap harinya. Ia benalu.
Seorang mahasiswa tiba-tiba meminta dituliskan namanya disuatu proposal kerja praktek yang akan dikirim oleh seorang teman. Padahal sudah disampaikan, menurut empunya proposal, IPnya tidak memenuhi syarat. Ia benalu.
Seorang anggota tim, yang harusnya menjadi peringan beban malah menjadi beban. Yang satu pekerjaan bisa menjadi masing-masing setengah pekerjaan, malah ia buat seorang memiliki dua pekerjaan. Ia benalu. Memuakkan.
Allaah, selalu ingatkan aku. Jika aku masih merepotkan orang lain, itu wajar karena aku manusia. Namun jangan jadikan aku benalu Allaah, yang tanpa rasa salah hanya maunya menikmati, atau bahkan malah melipatgandakan beban orang lain. Itu mengerikan.[]
No comments:
Post a Comment