![]() |
| pusatalquran.com |
Saya kembali teringat akan kejadian beberapa tahun silam. Mungkin lima tahun yang lalu. Saat itu ada sebuah kegiatan di sekolah. Aku lupa, sepertinya kegiatan umum namun dikelola oleh anggota remaja masjid. Dalam susunan acara, ada pembacaan ayat suci Al Quran. Saya sudah mengusulkan untuk meniadakan agenda tersebut karena kegiatan bukanlah kegiatan keagamaan. Namun usulan tidak di terima karena teman-teman meyakini bahwa membaca Al Quran adalah hal yang baik, mengapa tidak diperbolehkan.
Saat itu saya tidak terlalu ngotot karena jika saya tidak setuju, seolah-olah saya menentang pembacaan Al Quran yang jelas-jelas itu adalah hal yang baik. Peristiwa tersebut cukup terngiang-ngiang hingga saya dapat yakin bahwa agenda tersebut memang tak seharusnya ada dalam kegiatan itu. Kegiatan yang juga diikuti oleh teman-teman nonmuslim. Apalagi setelah kegiatan berakhir ada peserta yang protes akan adanya pembacaan ayat al Quran pada kegiatan tersebut. Beliau muslim dan merasa tak nyaman dengan teman nonmuslim yang juga merupakan peserta.
Sama sekali tidak bermaksud memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari. Substansi-substansi ritual yang demikian memang terasa tidak seharusnya ada pada kegiatan umum. Perlu diingat bahwa agama juga bukan melulu mengenai ritual yang menyertakan bahasa arab. Banyak aplikasi ajaran agama yang bisa dipraktikkan tanpa mengumandangkan kalimat berbahasa arab tersebut. Sama sekali bukan sebuah kewajiban untuk melaksanakannya.
Saya belum menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan apa yang saya atau bahkan kami yakini mengenai hal ini. Toleransi mungkin kata yang cukup mewakili. Tak lain dan tak bukan adalah untuk menjaga kenyamanan dan kesatuan dari peserta dalam kegiatan-kegiatan yang saya/kami maksud. Dengan rasa nyaman dan kebersamaan, saya/kami rasa, kegiatan akan dapat dengan lebih baik diikuti. Dengan demikian tujuan dari kegitan dapat tepat sasaran.[]

No comments:
Post a Comment