"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Wednesday, July 9, 2014

Tak Bermaksud Memisahkan Agama dengan Kehidupan Sehari-hari

pusatalquran.com
Tak dengan lengkap saya menyimak khotbah tarawih hari ini. Namun, ada satu hal yang bersinggunggan dengan saya. Pada intinya beliau bercerita tentang ketidaksetujuan akan penggunaan sebuah kalimat penyemangat dalam sebuah forum. Forum yang beliau maksud adalah kegiatan matrikulasi bidikmisi. Dan kalimat yang dimaksud adalah jawaban ketika peserta ditanya kabar, mereka harus menjawab : Alhamdulillaah Luar Biasa Allaahu Akbar. Saya tak menangkap apakah ini pernah dilakukan, sering dilakukan atau akan dilakukan. Yang jelas, khatib yang juga merupakan pengelola dari kegiatan matrikulasi tersebut tidak setuju mengingat peserta kegiatan tidak semuanya muslim.


Saya kembali teringat akan kejadian beberapa tahun silam. Mungkin lima tahun yang lalu. Saat itu ada sebuah kegiatan di sekolah. Aku lupa, sepertinya kegiatan umum namun dikelola oleh anggota remaja masjid. Dalam susunan acara, ada pembacaan ayat suci Al Quran. Saya sudah mengusulkan untuk meniadakan agenda tersebut karena kegiatan bukanlah kegiatan keagamaan. Namun usulan tidak di terima karena teman-teman meyakini bahwa membaca  Al Quran adalah hal yang baik, mengapa tidak diperbolehkan.

Saat itu saya tidak terlalu ngotot karena jika saya tidak setuju, seolah-olah saya menentang pembacaan Al Quran yang jelas-jelas itu adalah hal yang baik. Peristiwa tersebut cukup terngiang-ngiang hingga saya dapat yakin bahwa agenda tersebut memang tak seharusnya ada dalam kegiatan itu. Kegiatan yang juga diikuti oleh teman-teman nonmuslim. Apalagi setelah kegiatan berakhir ada peserta yang protes akan adanya pembacaan ayat al Quran pada kegiatan tersebut. Beliau muslim dan merasa tak nyaman dengan teman nonmuslim yang juga merupakan peserta.

Sama sekali tidak bermaksud memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari. Substansi-substansi ritual yang demikian memang terasa tidak seharusnya ada pada kegiatan umum. Perlu diingat bahwa agama juga bukan melulu mengenai ritual yang menyertakan bahasa arab. Banyak aplikasi ajaran agama yang bisa dipraktikkan tanpa mengumandangkan kalimat berbahasa arab tersebut. Sama sekali bukan sebuah kewajiban untuk melaksanakannya.

Saya belum menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan apa yang saya atau bahkan kami yakini mengenai hal ini. Toleransi mungkin kata yang cukup mewakili. Tak lain dan tak bukan adalah untuk menjaga kenyamanan dan kesatuan dari peserta dalam kegiatan-kegiatan yang saya/kami maksud. Dengan rasa nyaman dan kebersamaan, saya/kami rasa, kegiatan akan dapat dengan lebih baik diikuti. Dengan demikian tujuan dari kegitan dapat tepat sasaran.[]

No comments:

Post a Comment