"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Monday, April 22, 2013

Asrama Salman ITB : Pembelajaran Seluas Samudra


Malam ini aku mencoba mengingat bagaimana kali pertama aku tidur di sini, bagaimana seminggu awal kehidupanku di sini, bagaimana aku beradaptasi di sini, bagaimana aku berkenalan dengan seluruh penghuni asrama. Aku tak ingat. Bahkan aku tak tahu bagaimana sekarang aku bisa kenal dekat dengan seluruh teman-temanku di sini, di asrama putri salman ITB.

Yang aku sadari, kini aku lebih baik dari sebelumnya, aku tak hidup sendiri di sini, aku terikat sistem yang mengarah pada kehidupan yang ideal. Aku di ajari lebih sabar di sini, lebih profesional, lebih mau berbagi, lebih cerdas, lebih tegas, lebih logis, lebih manis, lebih solehah, lebih gigih, lebih terbuka dan segudang pendidikan berharga lain.

Bukan semata karena program pembinaan yang tertulis diatas kertas, melainkan juga karena interaksiku dengan saudari-saudari yang beragam di sini.

Di sini, aku belajar dari saudari-saudariku,
yang selalu ceria sehingga keceriannya menghangatkan suasana dan menebaran semangat,
yang tak pernah marah sehingga ia begitu di sayangi,
yang bisa keras memaksa diri sendiri untuk berubah menjadi orang yang lebih baik,
yang keilmuannya ia manfaatkan dengan kesungguhan,
yang mati-matian menghafal Al Qur'an,
yang rajin belajar,
yang selalu berpenampilan rapi,
yang berani memperjuangkan apa yang ia inginkan,
yang legowo menerima kritikan,
yang menjadikan hidupnya easy going,
yang aktif di kemahasiswaan,
yang khusyuk mendalami keprofesiannya,
yang rajin menulis,
yang sangat mudah di bangunkan tidur,
yang lantai kamarnya selalu bersih,
yang sangat menjaga kesehatan badan,
yang pandai mengambil hati,
yang kritis,
yang rajin bikin kue,
yang pintar masak,
yang pandai design,
yang begitu mejaga syariat islam,
yang peduli akan penghuni yang lain,
yang banyak tilawahnya,
yang mampu turut menyejahterakan orang lain,
yang sabar,
dan masih banyak lagi kehebatan-kehebatan kedua puluh saudariku yang menjadikanku merasa begitu kecil dibanding dengan mereka yang sudah melangkah jauh ke depan.

Sumber : http://asramasalman.files.wordpress.com/2013/02/usrah.jpgDan pembelajaran yang tak kalah penting dari pembelajaran yang aku dapat dengan berkumpulnya kami di sini adalah kebersamaan. Kebebasanku di sini terbatasi oleh kebebasan yang lain, begitupun sebaliknya. Tak cukup benar sendirian, tak cukup yang penting aku melaksanakan kewajiban-kewajibanku. Membantu memastikan orang lain melaksanakan kewajiban-kewajibannya menjadi satu pembelajaran yang tak semua orang mendapat kesempatan untuk itu. Ketika ada hal-hal yang kurang mengenakan hati, secara alami, kami dituntut untuk mengungkapkannya dengan baik. Memilih kata dalam mengingatkan orang lain yang usianya sebaya sungguh sangat sulit, hingga kini, hampir satu tahun saja, aku masih merasa caraku mengingatkan orang lain masih jauh dari kata asik.

Sungguh aku merasa beruntung di sini, terkadang aku merasa takut membayangkan jika dulu aku diberi jalan bukan ke sini. Aku membayangkan kehidupan di luar yang meskipun dalam satu rumah tetap hidup sendiri-sendiri, aku membayangkan betapa aku akan sangat egois dalam kamarku sendiri.

Aku belajar tak hanya dari apa yang mereka, saudari-saudariku, miliki namun juga dari apa yang mereka tidak miliki. Dari kelebihan-kelebihan mereka, juga dari kekurangan-kekurangan mereka. Beribu kali aku ingin sampaikan, bahwa aku sangat beruntung di sini. Terima kasih Rabb.[]




Susila Hadiyati
Sekjen Asrama Putri Salman ITB 2013

No comments:

Post a Comment