Ribuan orang punya alasan masing-masing masuk ITB. Meskipun saya pernah mendengar beberapa alasan, jujur saya lupa semuanya. Tapi kenapa saya memilih ITB? Tentu tak hanya satu alasan. Ada beberapa alasan yang saling memperkuat. Bukan alasan yang keren, ini mungkin tak cukup menarik didengar. Oke, titik baliknya adalah... saat itu saya SMA, kami study tour ke sebuah universitas di Depok. Pada saat kembali menuju bus, saya berjalan di belakang seorang guru, guru fisika. "Tapi sebenarnya penentuan universitas terbaik itu dasarnya apa? kan banyak faktor Pak, kalo yang paling bagus itu sebenarnya ITB,..." kurang lebih seperti itu pembicaraan beliau dengan guru lain. Saya lupa lanjutannya apa, I mean alasan ITB menurut beliau sebagai yang terbaik. Iya, beliau menyatakan ITB yang terbaik dari segi apaa gitu, saya lupa. Ya antara lupa sama memang tidak mendengar, kalo nggak salah sih sistemnya apa ya?. Ya itu, alasan saya melirik ITB.
Alasan pendukungnya apa? dalam pembicaraan singkat dengan seorang alumni SMA saya yang kuliah di ITB, ia bercerita bahwa beasiswa yang ia terima itu sekian juta perbulan (ya 1 juta sih), ngeliatnya kan gede banget kan ya itu, meskipun pada saat bersamaan saya ragu, emang saya bisa dapet? Bayangan saya itu akan sangat cukup untuk hidup saya selama satu bulan di Bandung sehingga saya tak perlu khawatir. Maklum, tanpa memikirkan apapun, default pembiayaan kuliah itu harus dari beasiswa.
Dan yang ketiga, mungkin lebih ke passing grade ITB yang saya lihat di buku kecil sebuah bimbel yang saya pinjam dari kakak tingkat, wow hampir semua fakultas nilainya besar. Apa yang saya baca dari situ? Itu Institut berarti emang bergengsi. That's it. Ada tiga perguruan tinggi yang menurut banyak survey merupakan yang terbaik. ITB, UI, UGM. Urutannya bisa ganti-ganti tuh tergantung lembaga surveinya. Kalo mahasiswa ditanya yang paling membanggakan yang mana (udah bukan yang paling bagus lagi nih), kemungkinan besar ya tergantung di mana dia kuliah, ITB bilang ITB, UI bilang UI, UGM bilang UGM dan underline bagian yang membanggakan mereka mungkin berbeda-beda. Bisa dari sisi dosennya, sistem administrasinya, kemudahan beasiswanya, kegiatan mahasiswanya, mental productnya, tingkat kesulitan ujiannya, keseruan kaderisasinya, etc. Jadi sering, kalo ada yang berpendapat perguruan tinggi ini lebih baik yang ini lebih baik, buat saya, it doesnt make sense sih. Bandinginnya antar individu aja, mana yang keliatan lebih sukses (belajarnya), atau sesuatu yang bisa diukur langsung seperti beasiswa untuk biaya hidup di PT ini lebih besar dari PT ini, gitu. Overall, kalo menurut saya sih, ITB yang paling keren (paham kan??? hehe).
Lalu kenapa saya tidak ke UGM? saya dari Magelang, deket dari UGM, ya tidak alasan spesifik tapi jadi kurang tertarik aja. Lebih menarik memikirkan budaya yang baru, yaitu Sunda. Bukan nggak suka sama Jawa, saya seneng aja kalo bisa nambah pengalaman. Kenapa nggak UI? Hmm pilihan kedua saya UI kog. PD banget pilihannya ITB sama UI, yakin keterima? Tidak bu, yang UI, saya ingat saya pilih beberapa pilihan yang passing gradenya rendah (tapi tetep saya suka jurusannya) dan bahkan, di saat-saat tertentu saya bertanya, "kalo nggak keterima semua gimana ya?" ya mikir aja gitu.
Ah ada satu lagi yang dulu lumayan jadi pertimbangan, terutama bagi para orang tua, bahkan guru saya sering ngomporin. STAN. Kenapa? pendidikan gratis dan penempatan kerja (setahu mereka). Banyak cerita, orang merelakan biaya yang sudah dibayar di universitas ternama (dan nggak sedikit) karena diterima di STAN. Kalo kalian pernah baca buku Robert Kiyosaki "Rich Dad Poor Dad", ini karena memang banyak orang cari aman (job security), tanpa berpikir bahwa ada kesempatan lain yang meskipun lebih berisiko, namun dapat lebih menjanjikan (jika kita tahu permainannya). Well, sebenarnya saya daftar juga, tapi nggak diterusin, cuma sampai onlinennya. Saat saya SMA, ada sosialisasi dari alumni yang udah di sana. Mm hal yang mereka bold adalah "di sana tuh ya, kuliah cuma tiga hari, itu pun nggak penuh, sisanyaaa maiiin, di sana banyak tempat main. Terus buat dapet IP diatas 3,5 itu gampaaanng banget, kita percaya lah kalian pasti bisa". Oh My God, kog ngebayanginnya hidupnya datar gitu ya? hmm jadi nggak menarik. Yaaachh mbak-mbak sama mas-masnya salah peluru nich. Tapi kalo aku nggak keterima di univ 3 tadi, kemungkinan besar juga aku bakal ke sana sih, hahaha (yakin ketrima?).
No comments:
Post a Comment