"When your head gets noisy, write it down" turn out it looks like a complaining and crazy blog now. It was blog full of critical thinking, social cause awareness, motivation and other positive energy. But at a point, it flipped 180 degree, there some posts tried to back to those "positive energy only", but not yet succeeded. Keep fall and fall. Anyway, dont you think write down your crazy thoughts here is better than to mainstream social media?

Saturday, August 22, 2015

Pendidikan Gratis Ki Lak Meng Jarene

Sumber gambar: sercungkring.blogspot.com
Pendidikan bebas pungutan tu kan cuma katanya. Iya, beberapa bulan lalu, aku lihat semacam buku SPP adik-adikku. Oh My God, masih ada iuran sebanyak itu? sekian juta gitu tidap tahun, belum yang perbulan, belum iuran pembangunan (yang sukarela tapi angkanya udah ditetepin), belum sepatu (yang warnanya harus hitam full, -_-), seragam, piknik, buku, iuran komputer, etc. Sekolah negeri padahal. Adik aku yang sekolah tiga pula. Itu pada bayar pake apa deh? daun nangka dibaca-bacain kali ya.

Iya, Wajar alias Wajib Belajar itu 12 tahun. Wajib dilaksanakan (dan wajib di bayarnya). Saya paham, mungkin nggak bisa 0 rupiah juga, tapi jangan banyak-banyak gitu lah, bikin sakit maag tau. Pendidikan gratis, wacana dari jaman jebot kali. Huft, iya deh nggak usah berharap gratis, tapi berharap kitanya kaya, jadi bisa bayar, gitu neng.

No comments:

Post a Comment