Saya sempat berpikir (2 hari yg lalu), bahagia tu bisa kali ya di manipulasi. Maksudnya bukan karena miris hidupnya ngga bahagia si, ya lebih ke biar mencari alasan agar riang gembira, jadi interaksi sama orang juga jadi enak gitu. Iya kan, kalo kita lagi bahagia riang gembira, ngobrol nyapa orang pasti lebih hangat. Tapi mungkin masalahnya adalah si "manipulasi" itu tadi, karena yang saya maksud adalah ngebayangin sesuatu yang tidak real, kejadian yang kita khayalkan.
Tapi barusan saya sadar, kalo akhirnya benar2 bisa liat kenyataannya (dan kenyataan itu negatif terhadap image/bayangan yg kita bangun), ya sudah jatuhnya kecewa. Hallaaah teori apa sih Sus, ada ada aja, malu sendiri kan kkk
No comments:
Post a Comment