![]() |
| sumber gambar: ct-social.com |
"Mau kerja di mana?" "Di mana aja lah yang penting gajinya gede." "Ngejar uang mah nggak akan ada habisnya" atau "Hidup nggak melulu masalah uang kali" atau lagi "Uang itu bukan segalanya". Siapa itu yang bilang? ya orang yang TIDAK punya masalah dengan keuangan. Orang tua kerja dengan gaji lebih dari cukup dan tidak punya banyak tanggunggan. Mm mungkin bepergian bawaannya sudah mobil, tak merasakan kenikmatan mie instan di akhir bulan atau sensasi nata uang receh dengan selotip menjadi bendel perseribuan, hh. Ya lain cerita dengan mereka yang telah selama belasan tahun memiliki masalah keuangan atau bahkan dapat melihat bagaimana orang tua mereka memiliki masalah yang sama selama PULUHAN tahun.
Saya paham betul kelimpahan materi termasuk uang sangat belum tentu menjadi lantaran kebahagiaan seseorang. Aa Gym katanya malah merasa hampa di tengah popularitasnya, Teuku Wisnu yang saat punya pemasukan fantastis dari sinetron dkk tapi katanya tak bahagia, penyanyi A, artis B, jutawan C, pejabat D, seringlah denger. Dan saya percaya. Ya kalo menurut saya, yang penting adalah bagaimana mencapainya dan bagaimana mengkonsumsinya.
Ah, obrolan tadi mungkin juga hanya candaan yang didramatisir. Well, kalo beneran nih ya... Semua orang pasti seneng dong ya gaji gede, yang udah kaya aja seneng apalagi yang punya masalah keuangan tadi. Tapi apa beneran itu satu-satunya pertimbangan? kalau saya sih tidak. Pertimbangan nomor satu adalah pekerjaan itu sendiri, kira-kira nyaman tidak. Karya diakui, diberi kesempatan belajar dan bekerja sesuai kapasitas. Take and Give nya seimbang.
Uang banyak buat apa? Kalau udah kebanyakan uang, I mean udah cukup untuk hidup sendiri, mungkin (saya yakin ada sih) kita punya saudara atau tentangga yang bisa kita sekolahin. Anak yatim/piatu, pasangan lanjut usia yang tak punya anak, buruh yang tanggungannya banyak, masjid yang belum selesai dibangun, anak-anak yang terancam putus sekolah, mahasiswa yang di akhir bulan makan sama garam, pelajar yang nunggu buka puasa gratisan di masjid, desa yang jembatannya mau roboh, dll. Buat yang bapak/ibunya masih kerja serabutan atau apapun pekerjaan yang melelahkan, kita bisa beri mereka istirahat biar mereka bisa menikmati masa tua mereka, dengan nyaman. Uang banyak habisin sebelum maut dateng, nggak akan di bawa juga kan? Tapi kan udah bermanfaat buat orang lain. Masih mau bilang money is meaningless?
Semoga kita selalu diberi kelimpahan rizki yang penuh berkah, aamiiin :)
Saya paham betul kelimpahan materi termasuk uang sangat belum tentu menjadi lantaran kebahagiaan seseorang. Aa Gym katanya malah merasa hampa di tengah popularitasnya, Teuku Wisnu yang saat punya pemasukan fantastis dari sinetron dkk tapi katanya tak bahagia, penyanyi A, artis B, jutawan C, pejabat D, seringlah denger. Dan saya percaya. Ya kalo menurut saya, yang penting adalah bagaimana mencapainya dan bagaimana mengkonsumsinya.
Ah, obrolan tadi mungkin juga hanya candaan yang didramatisir. Well, kalo beneran nih ya... Semua orang pasti seneng dong ya gaji gede, yang udah kaya aja seneng apalagi yang punya masalah keuangan tadi. Tapi apa beneran itu satu-satunya pertimbangan? kalau saya sih tidak. Pertimbangan nomor satu adalah pekerjaan itu sendiri, kira-kira nyaman tidak. Karya diakui, diberi kesempatan belajar dan bekerja sesuai kapasitas. Take and Give nya seimbang.
Uang banyak buat apa? Kalau udah kebanyakan uang, I mean udah cukup untuk hidup sendiri, mungkin (saya yakin ada sih) kita punya saudara atau tentangga yang bisa kita sekolahin. Anak yatim/piatu, pasangan lanjut usia yang tak punya anak, buruh yang tanggungannya banyak, masjid yang belum selesai dibangun, anak-anak yang terancam putus sekolah, mahasiswa yang di akhir bulan makan sama garam, pelajar yang nunggu buka puasa gratisan di masjid, desa yang jembatannya mau roboh, dll. Buat yang bapak/ibunya masih kerja serabutan atau apapun pekerjaan yang melelahkan, kita bisa beri mereka istirahat biar mereka bisa menikmati masa tua mereka, dengan nyaman. Uang banyak habisin sebelum maut dateng, nggak akan di bawa juga kan? Tapi kan udah bermanfaat buat orang lain. Masih mau bilang money is meaningless?
Semoga kita selalu diberi kelimpahan rizki yang penuh berkah, aamiiin :)

No comments:
Post a Comment